Datok Radendo Sri, DR H. Ramli Sutanegara Harap Persoalan Tambang Rakyat Diselesaikan secara Restorasi Justice

oleh
Datok Radendo Sri, DR H. Ramli Sutanegara (memakai seragam kebesaran pakatan LAM) usai pemberian gelar Datok Rdo kepada H. Kodri di rumah adat Stana Jering Pelangas Bangka Barat, Rabu (30/3/22).

FORUMKeadilanbabel.com, BANGKA — Lembaga Adat Melayu Jering, atau LAM Sejiron Setason, adalah sebuah Lembaga yang bertugas melestarikan kebudayaan serta adat istiadat yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka Barat.

Sejumlah tokoh besar negeri ini, seperti La Nyalla Mattalitti, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD RI, seperti La Nyalla Mattalitti, pernah mendapat gelar Kehormatan dari Lembaga Adat ini.

Datok Radendo Sri, DR H. Ramli Sutanegara. SH. MH. MBA. saat ditemui usai acara pemberian gelar Datok Radendo kepada H. Kodri, salah seorang pengusaha yang telah memberikan kontribusi besar pada LAM Jering, ketika ditanyai perihal peran Lembaga adat sebagai salah satu hukum alternatif mengatakan, bahwa jika dulu, LAM ini memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam bidang perlindungan hukum kepada rakyat dalam hal pertambangan rakyat.

“Jadi begini bahwa pemuka adat dulu pada zaman dahulu kala dia adalah polisi, adalah jaksa adalah hakim itulah pemuka adat. Sekarang pemerintah khususnya jaksa agung sudah memulainya dengan restorasi juctice, artinya jangan sampai penjara itu penuh oleh orang-orang yang mencari makan,” jawabnya. 30/03/2022)

BACA JUGA :  Disperindag Babel Bersama Kesbangpol Babel Bangkitkan Semangat Hari Kebangkitan Nasional Ke-114

Dirinya teringat pada masa kepemimpinan Almarhum Eko Maulana Ali sebagai Gubernur Babel, dimana terdapat beberapa jenis tambang, yang membuat masyarakat Babel saat itu hidup sejahtera.

“Jadi terhadap masalah timah ini saya ingat pada zaman Pak Eko, dulu pak Eko ada tambang timah ada tambang daerah yang dikuasai pemda ada tambang rakyat saya jalan dari pangkalpinang ke mentok hampir tiap rumah ada toyota kijang waktu itu tapi sekang tidak ada lagi itu mungkin ditarik dealer rakyat memang dikejar-kejar seperti itu pencuri dinegeri sendiri cobalah kita semua apakah eksekutif legislatif dan tokoh masyarakat marilah memberi kesempatan kepada rakyat hanya untuk mencari nafkah dibuatlah alokasi mana yang dikuasi PT. Timah mana yang dikuasi pemerintah daerah mana yang diberikan kepada rakyat dalam bentuk koperasi,” ucapnya.

Sebab menurutnya, koperasi itu hidupnya gotong royong tapi sampai saat ini dirinya belum mendengar, apakah ada wakil-wakil rakyat atau pemerintah yang sudah mencoba mengembalikan apa yang sudah dibuat oleh gubernur Eko Maulana Ali.

BACA JUGA :  Bertemu Istri-Istri Kepala Daerah, Monica Haprinda Kompak Bahas UMKM Hingga Penanganan Stunting

Selain itu menurut Dato Ramli, masalah peran adat memang sangat penting secara bertahap sudah dimula oleh kejaksaan agung membuat restorasi juctice.

“Mudah-mudahan masalah tambang rakyat yang mau cari makan saja bisa diselesaikan secara restorasi justice saya tahu betul masyarakat itu tidak mencari kekayaan cuma mencari makan, cuma jangan merusak lingkungan kalau dia dalam bentuk koperasi dia nambang dia bisa reklamasi sendiri tapi kalau bentuk perorangan itu tidak ada yang bertanggung jawab bahkan banyak yang masuk -masuk yang tidak jelas,” tambahnya.

Karena itu dirinya menyarankan supaya bisa ada koperasi timah. Dan dirinya sebagai dewan koperasi Indonesia, akan memberi dukungan penuh. Dan jika masyarakat tidak ada modal, maka bank ada Bank daerah yang siap membantu.

“Bank daerah ada, karena apa, pengusaha daerah sebagian harus berkolaborasi berdekatan dengan bank sumsel babel jadi bisa kasih modal ke kita bank lain boleh bank daerah kita utamakan yaitu saya anjurkan bentuk koperasi rakyat untuk penambangan, kalau koperasi tidak ada modal minjam,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dikonfirmasi Soal Dugaan Pengaturan Pemenang Lelang Jembatan Lubuk, Kadis PU Bateng sebut Dirinya Tidak Ikut Campur, Itu Ranahnya Pokja.

Menurutnya, lembaga adat bisa dan peran lembaga adat sangat besar, dirinya ingin supaya ada beradat budaya. Maka otomatis dengan beretika, maka nanti niat-niat buruk akan berkurang. perbuatan yang tidak terpuji adalah salah satu bentuk memberi penghargaan berbuat baik sehingga orang berlomba-lomba berbuat baik.

Sementara untuk pemberian gelar kepada seseorang, Dato Ramli menerangkan, bahwa itu tidak dilakukan secara tiba-tiba, tapi dengan perhitungan serta pengamatan serta pertimbangan yang matang.

“Gelar ini tidak tiba-tiba, gelar ini sudah lama Prabowo sudah dapet banyak yang dapat dan sardi itu bergerak sendiri dengan jerih payah, keringat tidak ada yang bantu dan tidak ingin minta bantu tapi semalam dia bilang bagaimana kita tidak ingin membesarkan rumah adat kita,” tandasnya.(red)