Peran Serta LKPI Dalam Menciptakan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Lokal
Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), Dr Ayub Faidiban, SH, MBA, yang didampingi Direktur Eksekutif LKPI Provinsi Babel M.Risal ST dan pengurusnya dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan rumah Nek Kebon, Minggu (10/3)

Forumkeadilanbabel.com, Romodong Belinyu – Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia Babel memberikan bantuan Pembangunan rumah layak huni kepada keluarga tidak mampu. Salah satunya diterima oleh seorang nenek yang biasa dipanggil Nek Kebon (80) hidup bersama anak semata wayangnya (60). Nek Kebon menyambung hidupnya dari hasil kerja anaknya yang serabutan. Hal tersebut menggugah Para Pengurus LKPI Provinsi Babel untuk memberikan bantuan kepada Nenek yang sudah renta ditambah lagi rumah yang ditempati Nek Kebon dan anaknya sangat tidak layak, sehingga pihak LKPI Provinsi Babel mengundang Panglima Laut LKPI untuk memulai pembangunan yang dengan peletakan batu pertama, Minggu (10/3/19).

Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), Dr Ayub Faidiban, SH, MBA, yang didampingi Direktur Eksekutif LKPI Provinsi Babel M.Risal ST dan pengurusnya. Usai peletakan batu pertama saat diwawancara oleh media ini menyampaikan apresiasinya kepada PT Timah yang sudah bersinergi dengan LKPI dalam perhatian dan kepeduliannay terhadap masyarakat nelayan yang berada di daerah Belinyu Kabupaten Bangka ini.

“Saya sangat bangga karena hari ini secara bersama sama kita bisa menyaksikan peletakan batu pertama untuk membantu salah satu ibu yang kondisinya buta, usianya sekitar 80 tahun, tidak punya suami, hidup sebatangkara yang hanya didampingi seorang anak laki lakinya saja,” ungkap Dr. Ayub Faidiban.

Lebih lanjut dijelaskanya, ke depan kerja sama yang sudah dibangun saat ini terus ditingkatkan untuk melihat kesulitan masyarakat nelayan yang ada di wilayah ini khususnya dalam rangka renovasi rumah nelayan. \

“Kalau renovasi lagi, ini kita bangun baru. Hal seperti ini yang menjadi visi misi Lembaga Kelautan dan Perikanan karena kita harus melihat masyarakat nelayan kita yang ada di wilayah ini. LKPI tidak punya kepentingan untuk melakukan penambangan dan lain sebagainya tetapi LKPI punya kepentingan untuk masyarakat nelayan yang ada di wilayah ini untuk itu hari ini kita sangat bersyukur dan terima kasih bahwa ibu ini sudah mengharapkan bagaimana selama ini tidak ada yang melihat, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang punya peduli. Saya tidak menyalahkan siapa siapa di situ. tetapi kita bisa lihat bahwa pemerintah daerah pada saat ini tidak punya peduli terhadap masyarakat yang berada di wilayah ini. Untuk itu kita tetap eksis dan bangun untuk melihat kepedulian LKPI,” terang sosok yang biasa disapa Panglima Laut di kalangan LKPI ini.

Selanjutnya dia berharap kepada pengurus LKPI yang berada di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berada di Kepulauan Bangka Belitung agar bekerja sama dan melihat persoalan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan yang berada di daerah ini.

“Khususnya melihat keberadaan kehidupan mereka, dari infrastruktur, air bersih, rumah dan termasuk kesehatan,” harapannya.

Dikatakannya, saat ini kita bisa melihat bahwa kita bisa membangun rumah ini bukan kita bangga tetapi ini adalah satu wujud nyata dari rasa kepedulian lembaga terhadap masyarakat nelayan yang berada di daerah ini.

“Untuk itu terima kasih kepada PT Timah sekali lagi dan terima kasih kepada Tuhan karena kami bisa ada di sini itu karena Tuhan pun ikut terlibat. Sehingga bisa membawa kami untuk melihat seorang ibu yang kondisinya seperti ini, sangat memprihatinkan. Untuk itu hari ini saya harapkan supaya pemerintah daerah ke depan. Marilah bersama sama dengan kami di lembaga Kelautan dan Perikanan untuk melihat persoalan persoalan yang dihadapi masyarakat. Yang kedua jangan hanya penambangan yang berada di wilayah ini begitu gencar dilakukan tetapi masyarakat yang mendiami wilayah ini tidak mendapatkan perhatian. Kalau memang penambangan itu berjalan berarti di sekitar wilayah itupun juga harus menikmati, harus sejahtera bukan sebaliknya mereka jadi penonton dan miskin di atas kekayaan alam raya ini. Nah itu pesan saya untuk hari ini dan terima kasih kepada LKPI Provinsi Kepulauan Babel yang sudah berpartisipasi bahu membahu.Kita tetap semangat bangun kebersamaan, tingkatkan terus pelayanan kita untuk membantu persoalan persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan. Jayanya LKPI karena suksesnya dan sejahteranya masyarakat nelayan yang ada di daerah ini,”tegasnya.

Masih kata dia, hari ini membuka mata kita, menatap masa depan untuk melihat persoalan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Harapan saya kepada Bupati, Camat dan juga Bapak Gubernur yang pasti akan melihat ini apalagi wujudnya sudah nyata yang kita buat hari ini mudah-mudahan merekapun juga terpanggil bersama sama LKPI kita bangun untuk menatap masa depan untuk melihat kesejahteraan masyarakat yang berada di daerah ini,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan saat penyerahan rumah ini kepada Nek Kebon pihaknya akan mengundang secara resmi kepada eksekutif pemeirntahan yang ada di sini dan semua stakeholder yang terkait.

“Kami undang supaya ikut menyaksikan apa yang LKPI buat kepada masyarakat dan kepada pt timah, sekali lagi saya berterima kasih kepada pt Timah dapat menerima inisiasi yang dibangun LKPI kepada mereka. Dan ke depan kita harapkan kepada PT. Timah marilah kita sama-sama melihat persoalan masyarakat nelayan yang berada di daerah ini sehingga produksi Penambangan PT. Timah bisa berjalan dengan baik jika masyarakat sekitarnya disejahterakan, diperhatikan ke depan dan juga pemerintah tidak diam. Dan otoritas kekuasaan ada di pemerintah daerah. Untuk itu marilah kita bersama sama. LKPI buka diri untuk bekerja sama dengan siapapun guna mencapai kesejahteraan masyarakat pesisir. Asalkan jangan ada dusta di antara kita. Mari bangun kejujuran dan keikhlasan demi Bangka Belitung ke depan. Terima kasih dan untuk LKPI propinsi.
pesan khusus saya , tetap semangat, maju dan melihat persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan,” pungkasnya. (Ibrahim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.