LKPI Babel Wujudkan Impian dan Harapan Warga Romodong Bangun Rumah Nek Kebon

Lokal
Kondisi rumah kediaman Nek Kebon di Kelurahan Romodong Kecamatan Belinyu kurang mendapat perhatian pemerintah setempat

Forumkeadilanbabel.com, Romodong – Miris, nasib seorang nenek tua renta bernama Nek Kebon (80), hidup bersama anak semata wayangnya yang telah berusia 60 tahun, ini menempati rumah gubuk yang sangat memprihatinkan namun jauh dari perhatian dan kepedulian Pemerintah setempat.

Pasalnya, rumah yang ditempati Nek Kebon hanya beratapkan seng yang sudah rapuh dan berkarat, dinding rumahnyapun hanya dilapisi plastik polybag. Nampak rumah yang sangat tidak sehat, kasur kapuk yang digunakan sebagai alas untuk tidur berserakan akibat usang dimakan usia, menambah pilu bila melihatnya.

Namun sayangnya pihak Pemerintah yang sangat diharapkan peran sertanya untuk membantu Nek Kebon ternyata jauh api dari panggang. Abubakri salah satu tokoh agama di kelurahan Romodong saat diwawancara oleh media ini sangat menyayangkan kurangnya perhatian Pemerintah terhadap kaum Duafa di wilayahnya.

“Kami sangat menyayangkan khususnya pemerintah, kami sudah berupaya mencarikan bantuan ke kelurahan Romodong, kecamatan Belinyu juga ke Dinas Sosial dan Kesehatan, sampai saat ini perhatian terhadap keluarga tersebut tak kunjung ada,” keluh tokoh agama yang bernama Abubakri yang keseharian sering diminta menjadi khotib dan memimpin doa saat acara keagamaan di kelurahannya, Minggu (10/3).

Lebih lanjut Abubakri mengatakan jika dirinya telah berupaya menyampaikan ke pihak pemerintah untuk mencarikan solusinya sehingga Nek Kebon bersama anaknya dapat menempati rumah layak huni namun apakan daya, upaya tersebut tak berhasil.

“Kami sudah berupaya pak menyampaikan ke pihak Pemerintahan dari tingkat RT (Rukun Tetangga) hingga ke dinas dinas terkait untuk mencarikan solusi bagaimana caranya Nenek Kebon beserta anaknya bisa menempati rumah yang lebih baik dan layak untuk ditempatinya, namun sudah berbagai usaha kami lakukan belum juga kunjung tiba wujud nyata peran pemerintah dalam membantu Nek kebon dan anaknya. Yang sangat memprihatikan Nenek Kebon dalam kondisi sudah pikun dan mengalami kebutaan, kami sebagai warga sangat kasihan dengan Nek Kebon, beliau sudah kami anggap seperti nenek kami sendiri,” ucapnya.

Alhamdulilah syukurnya kepada Alloh SWT meskipun kepedulian dan bantuan pihak pemerintah tak jua kunjung datang. Namun kata dia ternyata masih ada hati yang mulia yang mau membantu Nenek Kebon dan anaknya, yakni seorang warga telah menghibahkan tanahnya untuk Nek Kebon.

“Akhirnya lengkap sudah apa yang kami inginkan karena dari LKPI (Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia) Kep.Bangka Belitung yang diketuai oleh M.Rizal ST beserta pengurusnya, dari merekalah kami mengadukannya, Alhamdulilah seperti yang bapak saksikan sekarang ini Insya Alloh rumah Nek kebon akan dibangunkan rumah layak huni yang nantinya akan ditempati Nek kebon beserta anaknya,” pungkasnya.

(Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.