Dalami Dugaan Korupsi Komediti Emas, 2 Orang Saksi Kembali Diperiksa Kejagung

oleh
Gedung Kejaksaan Agung RI. Foto: Ist.

FORUMKEADILANBABEL.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022, Selasa (5/9/23).

Kedua saksi tersebut adalah IS selaku Refining Service Trading Assisten Manager PT Antam Tbk dan AAW selaku Financial Reporting dan Consolidation Manager PT Antam Tbk.

Adapun kedua saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana melalui keterangan persnya yang diterima redaksi Forumkeadilanbabel.com Selasa (5/9/23).

BACA JUGA :  Mobil Seharga Rp3 Miliar Milik Tersangka Korupsi Edward Hutahaean Disita Jaksa

Diketahui penanganan kasus dugaan kourpsi komediti emas oleh Kejagung belum ada penetapan tersangka.
Hal tersebut disampaikan Jampidsus Febrie Adriansyah, awal pekal lalu.

Menurutnya penyidikan korupsi komoditas emas yang ditangani timnya, belum dapat menemukan tersangka. Akan tetapi dikatakan dia, tim penyidikannya sudah menemukan dugaan perbuatan pidana terkait kasus tersebut.

“Ada dugaan suap dalam proses ekspor-impornya di bea cukai, yang dilakukan beberapa pihak swasta terkait komoditas ini,” ujar Febrie kepada media.

Dugaan suap tersebut, kata Febrie, menyangkut soal penghapusan kode HS atau harmonize system di otoritas bea cukai dalam keluar-masuk komoditas emas.

Sementara, dikutip dari Republiika.co.id menyebutkan, Kasubdit Penyidikan Korupsi dan TPPU Jampidsus Haryoko Ari Prabowo menerangkan, dari penyidikan timnya menemukan otoritas pelabel HS memang berada di bea cukai. Akan tetapi, dikatakan dia, timnya belum dapat menguatkan bukti-bukti terkait dengan dugaan suap dalam penghapusan kode HS tersebut.

BACA JUGA :  Dana Hibah KONI Bangka Diduga Dikorupsi, Rozali: Justru Saya Tidak Tahu!

Kasus korupsi komoditas emas yang ditangani Jampidsus-Kejakgung ini beririsan dengan pengungkapan Rp 189 triliun aliran dana yang diduga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam laporan PPATK kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud dalam satu kesempatan beberapa waktu lalu menyampaikan, terkait ratusan triliun dana dugaan TPPU tersebut, Rp 49 triliun di antara menyangkut soal pemberian tarif nol pajak dari bea cukai terhadap komoditas emas melalui Bandara Soekarno-Hatta. (Red & berbagai sumber)