Usai Hadang Aparat di Beltim, Giliran Penambang di Pangkal Niur Nyaris Bentrok

oleh

KELAPA – Usai insiden penghadangan tim gabungan razia tambang ilegal di Gantong Belitung Timur pada Rabu (21/9/22) malam, Kamis (22/9/22) petang, sekelompok massa penambang di desa Pangkal Niur Kecamatan Kepala Bangka Barat nyaris bentrok. Informasi yang diterima redaksi, insiden tersebut dipicu oleh perebutan wilayah penambangan di sekitar pulau Dante yang merupakan tapal batas antara Dusun Riding Panjang, Pangkal Niur dan Dusun Bukit Tulang.

Berdasakan nformasi yang dikumpulkan oleh redaksi, kronologis insiden tersebut berawal pada hari Selasa (20/9/22) saat tim Satgas Pengamanan Aset dari PT. Timah bersama Angkatan Laut melakukan penertiban. Pasalnya didapati kelompok penambang dari Desa Bukit Tulang yang disebut-sebut binaan JK alias JG melakukan aktivitas di dalam IUP PT. Timah. Keberadaan kelompok penambang dari warga Bukit Tulang ini dirasa meresahkan kelompok penambang di bawah binaan CV pemegang SPK PT. Timah.

Dalam Penertiban tersebut sempat terjadi debat panas, lantaran kelompok warga penambang dari Bukit Tulang merasa wilayah yang mereka kerjakan merupakan wilayah desa mereka, berdasarkan perjanjian tapal batas antara Dusun Riding Panjang dan Pangkal Niur yang merupakan wilayah administrasi Desa Sunur termasuk Pulau Dante. Itu juga yang kemudian menjadi alasan pihak penambang yang disebut-sebut binaan JG menolah untuk ditarik keluar wilayah IUP PT. Timah. Dari penertiban tanggal 20 September tersebut disepakati bahwa kedua belah pihak kemudian tidak bekerja dulu hingga pihak-pihak berkompeten duduk bersama.

BACA JUGA :  PKL di Plaza Food Toboali Kecewa Sepi Pembeli

Namun pada Rabu (22/9/22) petang, situasi berubah panas. Pasalnya pihak penambang binaan JG masih beraktifitas melakukan penambangan di wilayah Dusun Pangkal Niur. Ini pula yang kemudian memantik reaksi dari beberapa warga Pangkal Niur untuk mengusir para penambang binaan JG.

“Jadi berawal dari penambang binaan JG yang menambang di wilayah Dante, memang posisinya sudah diluar IUP PT. Timah tapi masuk wilayah Pangkal Niur. Warga Pangkal Niur kemudian tidak terima aktivitas kelompok penambang binaan JG tersebut dan mengusir kelompok tersebut. Tak terima jika harus diusir dari wilayah tersebut, kelompok penambang binaan JG akhirnya mendatangi warga Pangkal Niur sehingga terjadi cekcok sengit, hingga nyaris bentrok,” terang seorang sumber redaksi yang merupakan warga setempat.

BACA JUGA :  Sekda Hadiri Sertijab Kepala BPK RI Babel

Dari insiden tersebut, diinformasikan sempat terjadi adu fisikdan pemukulan yang berakibat ada penambang dari pihak binaan JG yang terluka. Atas hal tersebut kemudian pihak binaan JG melapor ke Polres Bangka.

Saksi mata lainnya yang dikonfirmasi oleh wartawan membenarkan sempat ada keramaian di ponton binaan JG. Tak lama kemudian beberapa orang yang diduga dari kelompok JG menggunakan beberapa mobil mendatangi dermaga Dante.

Terpisah, JG sendiri yang sempat dihubungi wartawan pada Jumat (23/9/22) mengaku bahwa diri tidak tahu soal adanya insiden tersebut. JG bahkan membantah dirinya terlibat aktivitas penambangan.

“Saya sudah lama tidak melakukan aktivitas lagi. Biasa lah, orang dikit-dikit kalau ada aktivitas penambangan di daerah itu, orang sebut-sebut nama kita. Intinya tidak ada lah. Tidak ada juga orang-orang saya yang mendatangi dermaga Dante dan mencari warga Pangkal Niur,” terang JG saat dihubungi lewat telepon.

BACA JUGA :  Cegah Kerusakan Lingkungan di Laut Matras Kian Meluas, Rizza: AMDAL Penambangan KIP Wajib Dibuka ke Publik

Sementara informasi terpercaya yang diterima redaksi, aktivitas penambangan yang disebut-sebut binaan JG tersebut melibatkan oknum aparat. Bahkan dalam sebuah foto kegiatan penertiban pada hari Rabu (21/9/22) tersebut, terlihat sosok yang disebut merupakan saudara dari JG, bernama Is.

Kapolres Bangka AKBP, Indra Kurniawan saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut hanya mengatakan bahwa semua pihak sudah berdamai. AKBP. Indra tidak secara jelas menjawab konfirmasi terkait adanya laporan sebagai akibat insiden yang terjadi.

“Alhamdulillah, tadi pagi sekira pukul 01.00 WIB sudah berdamai kedua belah pihak,” tulis AKBP. Indra menjawab konfirmasi wartawan sembari mengirimkan foto warga yang diduga dari pihak yang bersengketa, tengah berjabat tangan.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada perkembangan lebih lanjut terkait perseteruan antar warga penambang dari beberapa wilayah di sekitar pulau Dante tersebut.(red)