UKM Kompas UBB dan Basarnas Adakan Kegiatan Water Rescue Nasional

oleh

PANGKALPINANG – UKM Kompas UBB dan Basarnas Provinsi Bangka Belitung, mengadakan pelatihan tanggap bencana kepada mahasiswa pecinta alam dan forum pecinta alam yang ada di Bangka Belitung Pelatihan difokuskan pada teknik pertolongan di perairan atau water rescue Nasional  yang dipusatkan di Gedung Kwartir Daerah Kepulauan Bangka Belitung Sabtu , 16-7-2022 sampai dengan 18 Juli 2022.

Kegiatan bertema “Upaya Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan Pertolongan di Air Bangka Belitung Melalui Pelatihan Potensi Pertolongan agar Lebih Profesional dan Sinergi dalam Lelaksanaan Operasi SAR” tersebut.

Pelatihan tersebut merupakan bagian upaya sigap bencana seluruh elemen masyarakat terutama bagi mahasiswa pecinta alam Bangka belitung dan forum pecinta alam dan wujud pentingnya pengetahuan tanggap bencana di lingkungan kampus.

BACA JUGA :  Juru Parkir Pasar Ini Ditemukan Meninggal di Pinggiran Jalan, Polisi Lakukan Olah TKP

Kegiatan pelatihan yang melibatkan 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam dan masyarakat umum tersebut dibuka oleh perwakilan basarnas Bpk Siswanto SE selaku pemberi materi water rescue, Sebelum mengikuti pelatihan, Dalam kesempatan tersebut, siswanto menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan kampus terutama di daerah perairan,

Siswanto juga menyebut, pelatihan tanggap bencana yang diadakan Kompas UBB serta bekerja sama dengan Basarnas Provinsi Bangka Belitung.

“Menjadi wadah bagi peserta dalam mengembangkan bakat dan kemampuan berorganisasi serta meningkatkan kualitas diri dalam bidang pertolongan terhadap potensi bahaya bencana di sekitar,” ujarnya.

Water Rescue merupakan salah satu teknik pertolongan yang dilakukan di air atau merupakan suatu tindakan penyelamatan secara efektif dan efisien, jika manusia dan segala sesuatu yang berharga berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan di air. Kegiatan pelatihan dasar water rescue ini dilatarbelakangi atas kondisi lingkungan di Bangka Belitung yang berpotensi rawan kecelakaan di lingkungan. Terutama Bangka Belitung merupakan area yang banyak pantainya.

BACA JUGA :  Bangkitkan Kembali PSR, Syarli: Teng Saya Catat di Alarm Handphone Saya

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pertolongan kebencanaan dari para instruktur Basarnas Provinsi Bangka Belitung seperti pertolongan dengan resusitasi jantung paru (RJP), perkenalan perahu karet, teknik exit, entry dan mendayung, hingga teknik pertolongan dan penyelamatan di air. Selain materi para peserta juga secara langsung diajak praktik langsung penyelamatan di air dengan menaiki perahu karet di pantai kuala jembatan Emas

Sementara itu, Adi Indra Saputra selaku ketua pelaksana kegiatan , mengatakan dengan pelatihan Water Rescue ini, nantinya para peserta diharapkan akan memiliki sikap mental sebagai potensi SAR di bidang kemanusiaan.

“Dan mampu mengaplikasikan seluruh teori dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan untuk keperluan teknis operasional di lapangan pada saat di butuhkan guna menangani kecelakaan, bencana dan kondisi membahayakan manusia yang terjadi dengan baik, maksimal dan zero accident,” pungkasnya.(gi)

BACA JUGA :  Diskusi Bersama Para Pelaku Ekonomi, Molen Ingin Ciptakan Pangkalpinang Kota Jasa, Dagang dan Industri