Anggota DPRD Babel Minta Pemerintah Hadir di Tengah Anjloknya Harga TBS Sawit

oleh
Agung Setiawan

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG – Harga tandan buah segar (TBS) sawit yang tak kunjung membaik mendapat sorotan dari anggota DPRD Babel, Agung Setiawan.

Agung mengatakan sejak ditutupnya kran ekspor CPO hingga saat ini harga TBS sawit semakin terjun bebas sehingga kian mempersulit ekonomi masyarakat.
“Sejak kran ekspor minyak CPO ditutup yang kemudian dibuka beberapa waktu lalu hingga saat ini, harga TBS sawit tak kunjung membaik, masih terjun bebas,” ujar Agung Setiawan kepada wartawan di kantor DPRD Babel, Rabu (22/6/22).

Oleh karenanya, kata Agung, hari ini masyarakat Bangka Belitung sangat mengharapkan Pemerintah agar dapat segera mengubah aturan yang sudah dibuat.
“Termasuk regulasinya dan tata kelolanya yang diubah sedemikian rupa. Sehingga khususnya petani mandiri yang dalam hal ini petani yang punya kebun setengah hektar, 1 hektar, 2 hektar. Mereka ini yang perlu hidup. Jadi pemerintah pusat harus mendukunglah,” tandasnya.

BACA JUGA :  Giliran Komisaris Telkom Indonesia Kunjungi Kota Beribu Senyuman, Molen: Pangkalpinang Seperti Gadis 17 Tahun

Agung juga meminta kepada Menteri khususnya menteri perdagangan yang mengelola tata kelola perdagangan sawit ini bisa membuat tata kelola yang lebih baik lagi.
“Sehingga sawit yang modalnya Rp.1700 baru dianggap imbang. Sekarang ni kan harganya dibawah itu, yaitu Rp.1000 sampai Rp.1200 artinya petani ini sudah menjerit, menangis. Nah ini lah peran pemerintahnya harus muncul,” pintanya.

Dia pun berharap, para pengambil kebijakan untuk dapat membantu para petani agar tetap hidup.
“Harapan kita semua, para pengambil keputusan dalam hal ini kebijakan bagaimana membantu para petani ini hidup. Di saat harganya pun jatuh pupuknya pun masih tetap mahal. Saat ini dari kita hanya bisa menyarankan ke petani ini untuk menggunakan pupuk alami sehingga bisa mengurangi beban mereka. Petani saat ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga lagi,” pungkasnya. (Red)

BACA JUGA :  Upaya Maksimalkan Pengaduan Pelayanan Masyarakat, Diskominfo PGK Gelar Monitoring dan Evaluasi Aplikasi SP4N LAPOR