Soal Perambahan Kawasan Hutan Tidak Hanya Pejabat Pemkab Bangka, Oknum Dewan Juga, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangka: Sikat Bersih yang Melanggar Hukum

oleh
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupten Bangka, M Taufik Koriyanto SH MH. (ist)

FORUMKeadilanbabel.com, BANGKA — Jika sebelumnya Kota Pangkalpinang sedang dihebohkan dengan pemberitaan tantang laporan gratifikasi Wali Kota oleh mantan kepala PU Kota Pangkalpinang, Suparlan ke KPK. Nah beberapa hari ini, Kabupaten Bangka juga dihebohkan dengan pemberitaan adanya penangkapan terhadap pelaku perambahan kawasan hutan yang menggunakan alat berat milik Dinas Pangan dan Pertanian Bangka.

Bahkan yang lebih menghebohkan, menurut ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka, M. Taufik Koriyanto bahwa perambahan hutan produksi tersebut dibekingi oleh oknum pejabat Kabupaten Bangka.

“Saya sudah dapat informasi sejak bulan Maret 2022. Ada masyarakat desa setempat menyampaikan kepada kami, bahwa ada oknum pejabat Kabupaten Bangka yang melakukan perambahan hutan produksi di wilayah tersebut,” ujarnya seperti dikutip di beberapa media online, kemarin.

Dijelaskan Taufik, berdasarkan informasi warga tersebut, peramahan HP ini menggunakan alat berat excavator.

“Lahan yang sudah tergusur cukup luas. Kami juga tahu siapa oknum pejabat Kabupaten Bangka yang telah melakukan perambahan kawasan hutan. Karena nama-nama oknum tersebut langsung disampaikan oleh orang di lapangan yang mengurus melakukan land clearing tersebut,” kata Taufik seperti dikutip trasberita.com.

BACA JUGA :  Agar Masyarakat ikut Ber-qurban, ACT Bangka Buat Program Flash Sale

Menyikapi persoalan perambahan HP ini, kata Taufik, pihaknya dari Fraksi Gerindra sangat menyayangkan terhadap beberapa oknum pejabat Kabupaten Bangka yang telah merambah kawasan hutan tersebut.

“Semestinya sebagai pejabat daerah Kabupaten Bangka bagaimana mewujudkan rasa keadilan dan kesejahtraan kepada rakyatnya, bukan menciptakan suasana komplik pertanahan di tengah-tengah proses pemulihan pendemi,” tukasnya.

Apalagi dalam aktivitas perambahan HP tersebut, lanjut Taufik, menggunakan alat berat milik Pemkab Bangka.

“Berani pula pakai alat berat Pemda. Proses pinjam pakai alat berat excavator milik Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka selama ini harus ada izin Bupati dan Kadis Pangan dan Pertanian,” tukas Taufik.

Dengan adanya penangkapan oleh Gakkum Kehutanan tersebut, Taufik menyatakan Fraksi Gerindra Kabupaten Bangka mendorong sepenuhnya upaya Gakkum Kehutanan untuk melakukan proses hukum secara transfaran terhadap pihak-pihak yang dianggap memiliki peran dan tanggung jawab atas perambahan kawasan HP tersebut.

BACA JUGA :  Giliran Komisaris Telkom Indonesia Kunjungi Kota Beribu Senyuman, Molen: Pangkalpinang Seperti Gadis 17 Tahun

Mengacu pada undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, maka Fraksi Gerindra meyakini Gakkum Kehutanan memiliki kekuatan untuk memproses perambahan HP ini sampai tuntas.

“Kami yakin oknum-oknum pejabat daerah Kabupaten Bangka yang terlibat didalam perambahan kawasan hutan adalah orang-orang yang punya jabatan dan pengaruh luar biasa di wilayah Kabupaten Bangka. Kami minta Gakkum Kehutanan tidak akan masuk angin,” harap Taufik.

Lantas bagaimana jika perambahan kawasan hutan dengan menggunakan alat berat (ekscavator) milik Dinas Pertanian Kabupaten Bangka juga pernah dilakukan oleh oknum anggota Dewan Kabupaten Bangka? Akankah ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bangka ini juga meminta pihak Gakkum Kehutanan mengusutnya?

“Sikat bersih yang melanggar hukum” tegas Taufik.

Diketahui, sebelumnya, dari informasi yang didapat wartawan media ini, ada oknum anggota DPRD Kabupaten Bangka inisial Imd diduga telah melakukan perambahan kawasan hutan di wilayah Kecamatan Puding Kabupaten Bangka seluas 20 hektar dengan meminjam satu unit alat berat (ekscavator) milik Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka beberapa waktu lalu.
“Tolong dikejar perambahan kawasan hutan di Puding oleh oknum anggota dewan Bangka yang gunakan alat berat Dinas Pangan Pertanian,” kata sumber kala itu.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Rumuskan Solusi Terkait Merosotnya Harga TBS Kelapa Sawit

“Benar bang. Saya juga pernah ke lokasi perambahan kawasan hutan itu dengan kawan. Namun saat itu alat beratnya sudah tidak ada lagi di lokasi. Yang ada hanya petugas jaga lokasi dan diakui oleh petugas jaga itu lahan yang digarap itu milik oknum anggota dewan Bangka inisial Imd,” kata sumber lain inisial Di beberapa belum lama ini.

Namun hal tersebut dibantah oleh Imd dengan mengatakan jika info itu tidak benar.
“Maaf bang. Saya lagi umroh dan itu tidak benar. Info ngeracau itu dari mana ni bang,” kata Imd saat dikonfirmasi via whatsapp, Kamis (2/6/22). (Tami/red).