Pasca Diultimatum Pj Gubernur, Hari Ini, Tambang Timah di Jalan Laut Serentak Tutup

oleh
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin. Foto : Ist.

FORUMKeadilanbabel.com, SUNGAILIAT – Aktivitas tambang timah di Jalan Laut Kampung Pasir Sungailiat, hari ini akhirnya tutup juga.

Penutupan aktivitas tambang timah ilegal Jalan Laut ini ditenggarai adanya ultimatum yang dikeluarkan PJ Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin terhadap tambang timah ilegal di Jalan Laut, Kampung Pasir, Sungailiat Selasa (31/5/22) kemarin.

“Masih Berani Nambang di Jalan Laut Kita Sikat” demikian bunyi ultimatum dari Ridwan Djamaluddin.

Hari ini, secara serentak tak ada satu pun aktivitas penambangan timah ilegal di Jalan Laut, Kampung Pasir yang beraktivitas.

“Tidak kerja, tutup semua. Tadi pagi saya lewat Jalan Laut, hanya terlihat ponton tambang terparkir saja, beberapa penambang juga terlihat sedang duduk-duduk. Ada yang duduk di atas jembatan, ada juga yang duduk dipinggiran” ucap Muh, Rabu (1/6/2022).

BACA JUGA :  Agar Masyarakat ikut Ber-qurban, ACT Bangka Buat Program Flash Sale

“Pokoknya tutup semua, tidak ada aktivitas penambangan. Di lahan pribadi yang katanya milik Amen juga ikut tutup.,” imbuhnya.

Dari pantauan siang tadi, sepanjang jalan laut tak satu pun ponton yang terlihat beraktivitas. Termasuk juga di lahan milik Amen yang sebelumnya puluhan ponton beroperasi namun saat ini tak terlihat adanya aktivitas. Bahkan pintu pagarnya sudah terkunci dengan rantai.

Dilansir berita sebelumnya, PJ Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin, nampaknya kedepan tidak akan mentolerir penambangan timah ilegal di kawasan Jalan Laut, Kampung Pasir, Kabupaten Bangka. Terlebih lagi, jika yang melakukan penambangan di kawasan tersebut adalah Ataw.

“Ataw masih berani nambang disitu, kalau masih berani kita sikat dia,” tegasnya melalui sambungan telepon WhastApp, Senin (30/5/2022) malam.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Babel Bahas Raperda Keuangan Daerah

Menanggapi masih maraknya penambangan timah ilegal di Jalan Laut, Kampung Pasir, Ridwan mengaku telah melakukan komunikasi langsung baik itu ke Ataw maupun Amen.

“Saya telepon Ataw katanya sudah tidak main tambang disitu lagi sedangkan Amen bilang dia sedang berada di Jakarta”, ucapnya seraya menambahkan jika dirinya mengikuti perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi penambangan timah ilegal di Jalan Laut , Kampung Pasir oleh Kejati Babel.

“Saya tahu dan saya monitor itu,” tukasnya. (Red).