Diancam Dipolisikan, Mantan Kadis PU Kota Pangkalpinang, Suparlan Ungkap Hal Ini

oleh
Mantan Kadis PUPR Kota Pangkalpinang, Suparlan.

FORUMKeadilanbabel.com,, PANGKALPINANG – Diancam akan dilaporkan ke Mapolda Babel terkait laporan tuduhan gratifikasi ke KPK, Mantan kepala dinas PU Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar akhirnya memberikan pengakuan yang mengejutkan terkait dengan dugaan kasus gratifikasi yang kini ramai diperbincangkan. Pria yang akrab disapa Parlan ini mengaku jika atas perintah Walikota YN mengantarkan uang gratifikasi yang diduga berupa fee pembebasan lahan di Selindung.

“YN datang kekantor, saya bilang dengan YN jadi jadilah. Kasih tahu pak Walikota kalau saya tidak bersedia menerimanya (uang gratifikasi-red) selanjutnya, kata YN sudah dilaporkan ke Walikota,” ucap Parlan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (20/5/2022).

Dikatakannya, dirinya mengetahui persoalan lahan di Selindung tersebut bahkan secara detail.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Rumuskan Solusi Terkait Merosotnya Harga TBS Kelapa Sawit

“Dua kali YN antar kekantor dan akhirnya saya lapor (kpk-red). Yang jelas intinya jadi-jadilah. Keseluruhan. Satu ini maksudnya tidak usah jadilah. Saya tahu persoalan lahan itu kan konfirmasi ke saya. Pak Walikota berunding dengan orang Greenland dan apa isi pertemuan itu saya tidak tahu. Intinya saya diberi Walikota barang itu melalui YN,” ungkap Parlan sembari menegaskan jika dirinya tidak pernah fitnah dengan siapa pun.

“Intinya saya tidak fitnah,” tukasnya.

Terkait dengan hal ini, YN saat dikonfirmasi melalui pesan WhastApp, Jumat, (20/5/2022) belum memberikan tanggapan.

Dilansir berita sebelumnya, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil yang akrab disapa Molen mengatakan tidak tahu menahu soal itu.

BACA JUGA :  Upaya Maksimalkan Pengaduan Pelayanan Masyarakat, Diskominfo PGK Gelar Monitoring dan Evaluasi Aplikasi SP4N LAPOR

“Surat apa. Saya belum tahu. Malah baru dengar,” ujar Molen saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (19/5/2022).

Ditanya apakah benar memberi uang Rp50 juta kepada Suparlan sebagai fee pembebasan lahan rencana pembangunan Jalan Kerabut – Selindung dan Jalan Tembus Lingkar Timur dari salah satu perusahaan, Molen dengan tegas membantah.

“Uang dari mana kalau saya yang kasih. Kok saya yang kasih. Saya tidak tahu. Laporannya secara resmi belum saya terima,” ujar dia. (red)