Kemana Ucapan Karangan Bunga Selamat Berpisah dan Terimakasih Tertuju

oleh
Karangan bunga ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bapak Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin. (Ist)

Oleh: Marwan Al Ja’ fari
*Pembelajar di Saung Budaya Bukit Betung

Sewaktu lewat kantor Gubernur KBB hendak Sholat Jum’at, 13 Mei 2022, di Masjid Attaqwa samping kantor gubernur, terlihat puluhan bahkan mungkin ratusan karangan bunga ucapan selamat datang dan sukses ditujukan kepada Pj Gubernur KBB Bapak Ridwan Jamaluddin.

Karangan bunga ucapan yang tampak menghiasi halaman tersebut, dikirim berbagai kalangan, baik pejabat, pengusaha, perusahaan, dan sebagainya.

Karangan bunga papan demikian itu memang sering digunakan untuk mengungkapkan berbagai rasa mulai dari sayang, rasa senang, belasungkawa, dan ungkapan rasa sedih.

Ucapan selamat dan sukses biasanya bisa ditemukan pada beberapa moment. Misalnya saat ada kenaikan pangkat, pembukaan cabang baru perusahaan, atau pencapaian suatu keberhasilan seseorang menduduki posisi tertentu, dan sebagainya.

Bunga dalam hal tersebut bisa menjadi ungkapan dari perasaan seseorang mulai dari perasaan senang, gembira hingga sedih atau berduka.

Ucapan selamat dipilih menggunakan papan karangan bunga mungkin karena lebih tahan lama, setidaknya sekitar tiga hari sampai tumbuhan di dalamnya layu, bahkan sampai mengering masih terlihat menarik.

Padahal kalau kita pikir untuk mengirim ucapan selamat sebetulnya bisa cukup lewat SMS saja. Tapi faktanya, mengapa lewat SMS sepertinya tidak cukup?!

Kata kuncinya, meminjam istilah Syahrini adalah, “cetar membahana”. Karangan bunga papan ada hubungan erat dengan kecetaran itu.
Ucapan yang cetar membahana bisa
memberi kesan wah dalam kemeriahan
suatu perayaan, dan akan turut membangun kegembiraan. Termasuk bila diwakilkan oleh karangan bunga.

BACA JUGA :  Penegakan Hukum dan Korupsi Ekstorsif

Lalu bagaimana perasaan orang yang mendapatkan kiriman karangan bunga papan dengan ukuran besar- besar, apakah akan merasa sangat senang atau biasa- biasa saja? Mungkin ada juga rasa senang, karena terlihat ada orang yang sangat peduli dengan prestasi yang sedang diraih, sampai-sampai mengirim karangan bunga. Apalagi yang mengirim adalah orang yang dihormati, yang namanya tertera di papan karangan bunga ucapan itu juga.

Adalah hal yang biasa terlihat, di papan itu selain terpampang nama penerima, ada juga nama pengirim. Nama sang pengirim dibuat dalam ukuran tulisan yang lebih besar. Hal ini mungkin agar sang penerima atau siapa pun yang membaca bisa langsung mengetahui siapa sosok sang pengirim.

Kelihatannya ini bisa menjadi prestise sendiri atau bahkan sebagai media branding yang punya maksud-maksud tertentu dan tersembunyi bagi perusahaan, pejabat, selebriti maupun tokoh masyarakat yang jadi pengirim.

Pokoknya adalah bagaimana mereka bisa eksis dulu di depan pihak yang mereka kirimkan ucapan karangan bunga papan itu.

Dengan itu mereka bisa membangun silaturrahmi (pedekate) di kemudian hari, karena hal ini adalah perkara yang penting untuk membangun hubungan baik dengan pihak yang dikirimi bunga ucapan selamat.

Yang menarik untuk ditelisik dalam karangan bunga ucapan di kantor Gubernur KBB atau di tempat lain adalah mengapa dari sekian banyak jumlahnya itu, tidak ada satu pun yang mengucapkan selamat berpisah, selamat tinggal, selamat jalan, atau ucapaan terima kasih kepada gubernur definitif yang telah menyelesaikan tugasnya?

BACA JUGA :  Basis Asik Saka Wirakartika Kodim 0413/BKA, Hafis : Awal Yang Baik Bagi Kesatuan

Bukankah biasanya pasangan kalimat selamat datang itu adalah selamat berpisah. Istilah di acara-acara resminya: Welcome- Goodbye atau Pisah Sambut.
Apakah memang sebegitu cepat mereka melupakan gubernur yang telah menyelesaikan tugasnya itu, padahal selama ini mereka selalu bersama- sama? Mudah-mudahan perkiraan saya salah.

Akan tetapi, barang kali hal-hal yang kelihatan kecil seperti ini juga harus menjadi perhatian bagi Bapak Ridwan Jamaluddin Pj Gubernur kita saat ini.

Melihat dan menarik pelajaran dari aktivitas para pelimbang, yang menyeleksi dan mencuci timah, emas, intan, dan lain-lain dengan cara mengayak di dalam limbang, filosopi dari melimbang yang dapat kita ambil pelajarannya adalah, para pemimpin di lingkungan kerja yang baru diharapkan bisa membersihkan budaya kerja, dengan membuang praktik-praktik kotor yang sudah melekat. Para pemimpin harus bisa membuat perubahan dengan gelombang-gelombang arus air yang lembut.

Mungkin Bapak Ridwan Djamaluddin dalam waktu cepat bisa melihat mana yang timah mana yang bukan, dalam hal ini maknanya mana yang layak dipilih dan mana yang disisihkan.

Atau bisa pula seperti seorang peternak ayam petelur yang sudah sekian tahun bergelut dengan dunianya. Cukup sekali saja memegang telur, ia akan langsung tahu telur itu bagus atau tidak, sudah “berisi” atau belum.

BACA JUGA :  Pasca Telan Korban, Dugaan Pungli Terkuak di Tahura Mangkol

Tentunya, Bapak Ridwan Jamaludin dengan segudang ilmu dan pengalaman kerja yang ia miliki selama ini akan mampu dengan cepat menerapkan teknik dan strategi, dan bagaimana mengetahui mana orang-orang yang ada di sekitarnya itu “timah” atau “tanah”, mana yang tulus dan mana yang bulus, mana yang ikhlas mana yang culas, mana yana amanat mana yang khianat, mana yang pengingat mana penjilat, mana kepentingan pribadi mana kepentingan untuk negeri, dan seterusnya.

Akhirnya saya pribadi mewakili orang-orang yg belum sempat mengirimkan papan karangan bunga, mengucapkan kepada Gubernur KBB yang telah mengakhiri masa tugasnya: Selamat mengabdi di tempat baru dan dengan aktivitas yang baru. Terima kasih atas pengabdiannya untuk masyarakat KBB selama lima tahun ini.

Setiap pertemuan yang indah pasti akan berakhir dengan sebuah perpisahan, karena dalam kehidupan ini tiada yang abadi. Perpisahan ini memang terasa berat, tapi kita yakin hal itu akan membuat bahagia di kemudian hari.
Selamat berjuang dan mohon maaf lahir batin.

Ucapan selamat berpisah dan terimakasih ini akan kita buat di papan karangan bunga, disandingkan dengan ratusan karangan bunga lainnya, di halaman kantor Gubernur KBB.

*Bukit Betung, ditemani semilir angin.