Erzaldi Pergi untuk Kembali

oleh

Oleh Marwan Alja’fari

*Pembelajar di Saung Budaya Bukit Betung
*Penulis CAWAN (Catatan Marwan)

Di penghujung masa jabatannya, Suharto (Kepala Dinas Pariwisata Prov. KBB) pada Rabu kemarin (11/5) mengadakan acara Halal Bi Halal di kantor Dinas Budaya Pariwisata dan Pemuda Olahraga Provinsi KBB. Acara tersebut menghadirkan mantan kepala Dinas Pariwisata baik yang sudah pindah tugas maupun yang sudah pensiun. Di antaranya Bapak Yan Megawandi dan Bapak Muhammad Rivai.

Menariknya, dalam acara tersebut ada sambutan dari Ketua Lembaga Adat Melayu Serumpun Sebalai, Datuk Profesor Bustami Rahman. Mantan Rektor UBB ini menarik hikmah dari kehadiran mantan pejabat Kadis Pariwisata yang sudah pensiun dan Kadis Pariwisata yg sekarang juga tidak lama lagi akan pensiun, ditambah lagi dengan hadirnya Pak Wagub Abdul Fatah yg satu hari lagi akan mengakhiri masa jabatannya.

Menurut Datuk Bustami,
pindah tugas dan berhenti tugas dalam jabatan karena masanya sudah berakhir atau pensiun, adalah hal biasa dalam dunia birokrasi. Bahkan harus kita syukuri, ujarnya, karena ada orang yang belum sempat pensiun tapi malah sudah berhenti hidup.

Beliau mengajak para undangan yang hadir untuk belajar dari buah kelapa dalam satu tandan. Ada buah kelapa yang belum sempat besar tapi sudah jatuh duluan tapi ada yang kuat bertahan “dijolok- jolok” pun tak jatuh- jatuh. Begitulah yang berlangsung di dalam putaran roda kehidupan manusia, mulai dari kandungan lalu lahir, kemudian tua terus meninggal dunia, tapi ada juga yang tidak sempat tua, sudah tiada.

Di akhir sambutannya Datuk Bustami mengutip dua ayat dari Al Qur-an sebagai pengingat untuk semua yang hadir. Pertama, ayat 185 surat ‘Ali Imran yang menyebutkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kedua, ayat 78 surat An-Nisa’ yang artinya berbunyi
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”

BACA JUGA :  Politisi PDI-P Adet Mastur Pastikan Tahun Ini, Persawahan Tiga Desa Di Bangka Selatan Dapat Kucuran Dana 4,9 M

Sambutan Datuk Bustami yang mengingatkan hadirin kepada kematian tentu saja bermakna penting bagi kita semua, sebab sebaik-baik pengingat manusia adalah kematian.

Sehubungan dengan itu sebagai orang beriman tentu saja kita sadar bahwa kematian versi kita berbeda dengan versi orang yang tidak percaya Tuhan.

Kematian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi justru awal mula memasuki kehidupan yang baru menuju akhirat yang kekal. Kehidupan di dunia adalah masa di mana kita mempersiapkan diri, mengumpulkan bekal untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang.

Lalu bagaimana jika hal ini dikaitkan dengan perjalanan jabatan seseorang?

Orang- orang bijak
mengatakan bahwa jabatan itu adalah bagian dari duniawiyah, tidak kekal. Jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Di manapun kita ditugaskan kita harus bersyukur, jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan baik, jangan menghakimi diri sendiri dengan menganggap diri dibuang, atau tidak mau bergeser apalagi tidak mau berhenti dari jabatan yang lama, karena semua itu justru akan sangat berpengaruh dengan kinerja kita di tempat yang baru.

Sekali lagi, di dunia ini tidak ada yang kekal. Tidak ada yang tidak berkesudahan.
“Tidak ada yang abadi” merupakan ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bertahan selamanya, baik itu perjuangan, cinta, masa-masa sulit, masa-masa indah, bahkan juga masalah. Semua akan ada ‘ending’nya. Oleh karena itu selama kita masih diberikan umur kehidupan, sudah semestinya kita gunakan untuk beramal sebaik mungkin, untuk menghimpun bekal kehidupan berikutnya.

Begitupula dalam hal menduduki jabatan. Saat masih menjabat suatu jabatan apa saja, hendaklah kesempatan itu digunakan untuk bekerja dan mengabdi dengan sebaik-baiknya sebagai persiapan jika mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan berikutnya, atau fase pengabdian selanjutnya.
Begitulah mungkin yang diyakini juga oleh Bapak Gubernur Erzaldi Rosman dan Bapak Wakil Gubernur Abdul Fatah yang hari ini, tanggal 12 Mei 2022, harus mengakhiri masa jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur KBB.

BACA JUGA :  Lepas Sambut Kepala BPTP Babel, Pj Gubernur Siap Bersinergi

Tentu, selama menduduki jabatan tertinggi di KBB sudah banyak hal yg telah diperbuat untuk kemakmuran masyarakat dan telah banyak penghargaan tingkat nasional yang diperoleh sebagai tanda prestasi yang pernah diukir selama menduduki jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur. Di antaranya yang banyak mendapatkan perhatian adalah penghargaan People of The Year 2021 yang diberikan Metro TV dalam kategori pimpinan daerah dari sembilan kategori yang diberikan kepada pimpinan daerah, masyarakat, peneliti, perusahaan dan lembaga.

Penghargaan yang diperoleh tersebut telah melalui berbagai tahapan dari 6 orang juri, dengan dewan juri yang terdiri atas pimpinan Media Group Network, kalangan ahli, praktisi dan akademisi.

Dalam penilaian para juri, sejak 2017 hingga 2020 Gubernur Erzaldi dinilai telah melakukan terobosan penghentian ekspor mineral langka Thorium yang selama ini dijual ke berbagai negara dengan harga murah. Gubernur Erzaldi juga mendorong proses pemurnian hingga menjadi produk utama berkualitas tinggi dengan memurnikan 13 mineral langka menjadi tiga komponen bernilai tinggi.

Di bawah kepemimpinannya, Gubernur Erzaldi telah berhasil mendatangkan investor pembangunan pembangkit listrik tenaga Thorium yang murah dan aman.

Tapi imbas yang dirasakan masyarakat melalui perwujudan program itu memang masih butuh waktu dan strategi yang baik, dan tentunya harus mendapatkan dukungan dari banyak pihak agar menjadi kenyataan.

Bagi Bapak Erzaldi pribadi, penghargaan ini tentunya punya arti yang luar biasa. Karena apa yang menjadi jerih payahnya sejak 2017 mendapatkan apresiasi dari pihak lain, “kredibel” dan berskala nasional. Namun tentu saja apresiasi terbaik itu adalah dari perasaan dan penghargaan masyarakatnya sendiri. Sebagaimana kita tahu ekonomi KBB terus meningkat hingga saat ini, dan berhasil menghadapi tantangan pandemi.

BACA JUGA :  Bersama Kepala Daerah, Bersama Kita Bisa

“Luar biasa rasanya, di penghujung masa jabatan saya. Selama saya menjabat, ini penghargaan yang sangat berarti bagi diri saya pribadi dan bersyukur jika ini juga dirasakan masyarakat,” ungkap Erzaldi di acara malam perpisahan Gubernur dan Wakil Gubernur KBB.

Erzaldi yang pernah terpilih dua periode sebagai Bupati Bangka Tengah ini juga mengakui, selain banyak hal yang sudah ia perbuat selama lima tahun bersama wakilnya Abdul Fatah, masih banyak PR yang belum bisa mereka berdua selesaikan.

Oleh sebab itu,
ditambah lagi motivasi berupa sederet prestasi dan penghargaan tingkat nasional yang telah ia raih, tampaknya cukuplah modal dan bekal bagi Bapak Erzaldi untuk kembali bertarung memperebutkan hati rakyatnya di tahun 2024 nanti.

Belum lagi dengan semangat pengabdiannya yang membara untuk masyarakat KBB sampai saat ini masih tetap mengalir dalam darahnya.

Kalimat mohon pamit dan mohon diri yang ia sampaikan pada saat acara malam ramah tamah di Mahligai Gubernur pada Selasa malam/10 Mei 2022 lalu, dari sudut pandang kebudayaan memberikan isyarat kepada yang hadir, bahwa Pak Erzaldi seolah berkata,”Aku mohon pamit pergi sekarang ini, tapi bukan selamanya, karena aku akan kembali bertarung di tahun 2024 untuk memperebutkan kursi Gubernur KBB yang kedua kalinya.”

Sebagaimana kata-kata para pujangga, “Aku pergi merantau bukan untuk selamanya, tapi aku akan berusaha pulang untuk kembali lagi”. Seolah- olah pula karenanya Bapak Erzaldi ingin berkata, “Sementara ini kutitipkan dulu jabatan Gubernur KBB kepada PJ, Bpk Ridwan Jamaluddin. Insya Allah, nanti akan aku ambil kembali di tahun 2024.”

Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Erzaldi dan Bapak Abdul Fattah.

Kita ucapkan: Selamat datang Bapak Ridwan Jamaluddin di Provinsi KBB Negeri Laskas Pelangi, Bumi Serumpun Sebalai sebagai PJ Gubernur, semoga diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas.(**)