PC PMII Bangka Potong Tumpeng Peringati Harlah ke-62 Tahun

oleh

FORUMKeadilanbabel.com, BANGKA — Puncak perayaan Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (HARLAH PMII) yang ke 62 tahun. Pengurus Cabang (PC) PMII Bangka mengadakan kegiatan Khataman Al-Quran, Pembagian Takjil, dan diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng, yang bertempat di Gedung Madrasah Idtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pangkal Pinang. Sabtu (23/04/2022)

Kegiatan hari lahir PMII ke 62 mengangkat tema besar Transformasi Gerakan Merawat Peradaban, dimana PC PMII Bangka mengambil tema mempererat silahturahmi, khataman qur’an dan buka bersama yang secara resmi di buka oleh Zayadi selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Kegiatan HARLAH PMII yang ke 62 tahun diikuti sebanyak 100 peserta dengan menerapkan Protokol Kesehatan (PROKES) seperti, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan mejaga jarak, hal itu dilaksanakan sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Diases (COVID-19).

BACA JUGA :  Disperindag Babel Undang 30 Pelaku Usaha Industri Se-Babel, Dilatih SIINAS

Ketua Pelaksana kegiatan sahabat Karol mengatakan, tujuan kegiatan tersebut, untuk mengungkap rasa syukur kepada Allah SWT karena PMII tetap eksis walaupun umur PMII tidak muda lagi.

“Transformasi gerakan organisasi PMII sendiri, merupakan impian atau cita cita terbesar kami sebagai kader PMII, untuk mewujudkan nya perlu melakukan perubahan gerakan sosial yang melibatkan masyarakat dan kaum milenial dalam menguasai teknologi, agar siap menuju generasi emas 2045” Tegasnya

Pernyataan tersebut kembali di lanjutkan oleh, Sahabat Charles Swarda selaku Ketua PC PMII Bangka. Ia mengatakan transformasi gerakan dalam merawat peradaban salah satunya merawat dan menjaga ekosistem lingkungan hidup, karena kondisi lingkungan hari ini di Indonesia mengalami kerusakan.

BACA JUGA :  Ketua LSM Gempa Babel Angkat Bicara Soal Pengelolaan Usaha Wisata Tahura Mangkol

“Aksi penanaman 1000 pohon bakau, merupakan salah satu transformasi gerakan dalam menjaga lingkungan hidup dan merawat peradaban untuk kedepannya, karena bermanfaat buat generasi penerus nantinya sebagai pejuang lingkungan hidup dalam menghadapi krisis global warming yang kita alami saat ini dan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kita dalam mengaplikasikan spirit nilai dasar pergerakan, salah satunya yaitu hablum min-Alam (berhubungan dengan alam)” Tutupnya.(gi)