Ratusan Petani Lada dan Pengusaha Mendapatkan Sosialisasi Pasar Lelang Komoditas

oleh
Sosialisasi Pasar Lelang Komoditas, Selasa pagi (19/4) di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel.

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG – Ratusan Petani lada dan pengusaha lada Babel mengikuti Sosialisasi Pasar Lelang Komoditas, Selasa pagi (19/4) di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petani tentang pasar lelang komoditas.

Sosialisasi yang di pelopori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bekerjasama dengan Koperasi Petani Lada Babel dan Bappebti Kemendag di membuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tarmin pada saat membuka kegiatan itu mengatakan Babel begitu terkenal memiliki potensi sumber daya alam sangat yang sangat melimpah dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

BACA JUGA :  Satresnarkoba Polres Basel Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika di Toboali

Menurutnya jika dikembangkan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tersistem serta terkelola dengan baik, maka sumber daya alam yang ada di Babel akan lebih terkenal dikancah internasional sehingga lebih mensejahterakan masyarakatnya, salah satu komoditasnya yaitu lada yang dikenal di internasional yaitu muntok white pepper.
“Berbicara mengenai lada atau muntok white pepper saat ini Bangka Belitung merupakan pengekspor terbesar lada keluar negeri dimana lada Bangka Belitung sangat diminati oleh buyer luar negeri karena memiliki keunggulan dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh daerah atau negara lain, keunggulan tersebut berupa kandungan pepperin dan minyak atsiri yang diatas rata – rata komoditi lada yang dihasilkan oleh daerah atau negara lainnya,”katanya.

Untuk saat ini kata Dia, sistem perdagangan lada selama ini kurang mampu memberikan dampak kesejahteraan yang baik kepada petani maupun masyarakat di Babel, hal ini disebabkan harga komoditi lada mengalami fluktuatif dimana seringkali harga lada tidak sebanding dengan biaya pokok produksi yang dikeluarkan oleh petani, maka dari itu pemerintah Provinsi Babel bersama dengan dengan pemerintah kabupaten/kota beserta seluruh stakeholder terkait didukung oleh Bappebti memformulasikan suatu mekanisme perdagagangan alternativ yaitu pasar lelang komoditi.

BACA JUGA :  Gelar Pers Sekolah dan Pelatihan Jurnalistik, PWI Bangka Bidik Pelajar SMA

Oleh sebab itu mantan Kedis Kesbang Pol ini berharap, dengan adanya pertemuan ini diharapkan agar seluruh stakeholder terkait agar mendukung serta bersama sama menciptakan pasar lelang komoditi yang bisa memberikan keuntungan kepada semua pihak baik itu petani maupun pelaku usaha.
“Untuk para peserta dalam pertemuan ini agar dapat memberikan masukan dan saran yang bersifat membangun agar terlaksananya pasar lelang komoditi yang di cita-citakan oleh seluruh masyarakat Babel ,” ujarnya.

Untuk menambah wawasan para petani dan pengusaha, dalam pertemuan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengundang tiga narasumber yaitu dari Kepala Biro Pembinaan dan pengawasan SRG dan PLK Bappebti Kemendag Widiastuti, Ketua Koperasi Petani Lada dan narasumber dari Disperindag Babel Nasirin.

BACA JUGA :  Percepatan Penyiapan Infrastruktur Air Baku untuk Menunjang Kawasan Industri Sadai

Di hadiri Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan RI, BI Babel, Pimpinan BUMN dan Perbankan, Ketua Koprasi Lada Babel beserta pengawas dan jajaran eselon II di Lingkup Pemprov. Babel serta Kepala Dinas yang membidangi perdagangan kabupaten dan kota. (mislam/Mardian)