Sekda Babel Lantik Pengurus Fordas Babel Periode 2022-2027

oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Naziarto saat melantik Pengurus Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Prov Kep. Babel di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Selasa (29/03/22).

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Naziarto melantik Pengurus Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Prov Kep. Babel di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Selasa (29/03/22).

Sekda berharap Pengurus FORDAS Babel periode 2022 – 2027 dapat menjalankan amanah dengan baik karena tugas yang mulia ini membantu perbaikan kerusakan lingkungan di Babel akibat pertambangan timah yang telah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda.

“Kerusakan lingkungan antara lain meningkatnya luas hutan lahan kritis, degradasi hutan dan lahan, aktivitas penambangan dengan alat berat, penambangan timah ilegal, tercemarnya sumber mata air dan sungai, banyak kolong bekas penambangan dan berkurangnya sumber hayati, ” ungkapnya.

Di katakannya bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan ke danau atau ke laut secara alami dengan batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

BACA JUGA :  Jalan Sehat HUT ke-51 KORPRI Jadi Ajang Silaturahmi Anggota KORPRI Kep. Babel

Data diri Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk menyatakan bahwa DAS yang di pertahankan di Babel tahun 2019 sebanyak 667 DAS atau seluas 765.733,54 hektar, sedangkan DAS yang harus di pulihkan sebanyak 196 DAS atau seluas 903.685,95 hektar.

Daya dukung DAS yang di pertahankan adalah DAS yang kondisi lahan serta kualitas dan kuantititas air, sosial ekonomi, investasi bangunan air dan manfaat ruang wilayah masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Sementara DAS yang di pulihkan daya dukungnya adalah DAS yang kondisi lahan serta kualitas, kuantitas air, sosial ekonomi, investasi bangunan air dan pemanfaatan ruang wilayah tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin Dukung Pelaksanaan Rakornas P2DD

Rendahnya daya dukung DAS sebagai ekosistem merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana alam.

“Upaya-upaya perbaikan kondisi DAS telah dilaksanakan seperti rehabilitasi hutan dan lahan berupa reboisasi, penghijauan, pemeliharaan taman, yang di lakukan oleh pemerintah, perusahaan/ mitra TNI POLRI, serta elemen masyarakat lainnya, “ujarnya.

Dalam rangka penyelenggaraan pengelolaan DAS terpadu di Babel diperlukan perencanaan yang komprehensif untuk mengakomodasi berbagai _stakeholder_.

Untuk itu kehadiran FORDAS Babel dan penegak hukum lainnya menurut Naziarto bersama masyarakat dan pemerintah daerah di seluruh kabupaten kota untuk bersinergi dan berklaborasi, sehingga upaya perbaikan DAS di Babel tercapai.

Ketua Fordas Babel terpilih, Fadillah Sabri usai di lantik pada awak media menuturkan, bahwa dirinya beserta timnya akan melaksanakan tugas FORDAS sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Daerah Babel.

BACA JUGA :  Polsubsektor Pulau Besar Resmi dibentuk, Masyarakat Berharap Mendapatkan Pembinaan Hukum Lebih Baik

Sebagaimana tugas FORDAS yaitu memberikan masukan yang terbaik bagi pemerintah daerah di dalam pengelolaan DAS.

“Kita akui DAS kita sudah tidak lagi baik, dalam data dari BPDASHL itu ada DAS yang harus di pertahanankan dan ada DAS yang harus di perbaiki, dan saat ini jumlah DAS yang harus di perbaiki jumlahnya terus bertambah, ” ujar Fadillah Sabri .

Untuk itu tegasnya, FORDAS Babel terus berupaya memperjuangkan DAS yang rusak untuk dipulihkan kembali sebagaimana mestinya walaupun pada akhirnya nanti banyak tantangan terutama dari pihak penambang.

Oleh karena itu, dikatakannya FORDAS Babel akan menjalin kerjasama dengan pihak penegakan hukum dan semua pihak yang terkait.(ikp)