Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Ini Minta PLN Benahi Komunikasi dengan Pelanggan

oleh
Rio Setiady

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG – Terkait pemadaman bergilir yang akhir-akhir ini sering terjadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkalpinang dari Fraksi Partai Keadilan Sosial, Rio Setady meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar membenahi komunikasi dengan pihak pelanggan, Senin (28/2/22).

“Kami kira humas PLN perlu memperbaiki cara komunikasi dengan masyarakat harus jelas terkait dengan jadwal pemadaman,” kata Rio Setiady.

Sebab kata Rio, komunikasi dari PLN kepada pelanggan yang kurang efektif ini, akan membawa rentetan panjang di masyarakat. Seperti salah satu permasalahan pelanggan yang mengeluhkan padamnya aliran listrik.

Terlebih, lanjut Rio, informasi yang diberikan di media cetak maupun sosial media, sering kali tidak sesuai dengan jadwal, ataupun informasi tersebut tidak sampai kepada pelanggan PLN.

BACA JUGA :  34 Tim Ikuti Lomba Masak Nasi Goreng HUT ke-51 Korpri, Termasuk Para Kepala Dinas, Molen : Pasti Lebih Seru

“Seharusnya ada semacam hot line atau nomor customer servis yang bisa diakses 24 jam. Jika ada masyarakat yang ingin mengetahui berapa lama pemadaman dan di mana saja lokasinya,” harap politikus PKS Kota Pangkalpinang ini.

Rio mengatakan, pihaknya juga turut mendapat keluhan maupun masukan dari masyarakat terkait dengan seringnya pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN kepada masyarakat khususnya di Kota Pangkalpinang. Padahal beberapa bulan yang lalu PLN mengatakan sedang mengganti komponen yang rusak, agar terhindar dari pemadaman yang terus-menerus.

“Kenyataannya hari ini jika terjadi pemadaman lagi kira-kira apa alasan yang diberikan oleh pihak PLN sehingga masyarakat yang terganggu aktivitasnya dikarenakan pemadaman listrik,” sebutnya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Jadi Ke-32 SP Farkes Pangkalpinang Gelar Bakti Sosial

Rio pun berharap, PLN dapat segera berbenah dalam menyambut bulan suci Ramadan dimana aktivitas masyarakat semakin meningkat pada malam hari untuk melaksanakan salat tarawih, tadarus, dan kegiatan ibadah malam hari lainnya.

“Berharap PLN dapat berbenah, syukur kalau misalnya tidak ada lagi pemadaman bergilir dan rutin, kecuali jika memang terjadi sesuatu yang di luar kuasa kita seperti bencana alam atau kondisi alam yang tidak memungkinkan,” tutupnya.