Ini Tanggapan Dir Reskrimsus terkait Pemeriksaan NW dalam Kasus Koordinir Tambang Ilegal di Hutan Lindung Pasir Kuarsa

oleh
Dir Reskrimsus Polda Babel, Kombes Pol. Moh. Irhamni (foto: global satu)

FORUMKeadilanbabel.com, Parit Tiga — Pemeriksaan NW yang diduga selaku koordinator kegiatan Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa Teluk Limau Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Babel terus bergulir.

Dari pemberitaan sebelumnya, NW sendiri mengakui jika dirinya sempat diperiksa terkait aktivitas Tambang di Kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa Teluk Limau.

Kendati Dir Reskrimsus, Kombes Moh. Irhamni belum bersedia membocorkan terkait pemeriksaan tersebut. Namun responnya saat mendapatkan link pemberitaan dari FKB berjudul Koordinir Tambang di Kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa, NW Diperiksa Ditreskrimsus Polda Babel, Dir Reskrimsus sangat setuju.
“Mantap,” tulisnya melalui aplikasi Whatsappnya, Jum’at (18/3/22).

BACA JUGA :  Gelar Pers Sekolah dan Pelatihan Jurnalistik, PWI Bangka Bidik Pelajar SMA

Tidak hanya itu, sebelumnya dalam bincang bincangnya dengan redaksi FKBNews.com Perwira berpangkat tiga melati ini menegaskan bahwa penambangan di kawasan hutan lindung tidak bisa ditolerir.
“Masa sih masih ada masyarakat yang berani menambang di hutan lindung. Itu kan tidak boleh. Sanksinya ancamannya pidana,” ujarnya.

“Pak Kapolda kan sudah menegaskan belum lama ini.
Daerah Aliran Sungai (DAS), Hutan Lindung (HL), dan objek vital (Obvit) serta tempat-tempat wisata jangan dirambah. Jadi kalau mau menambang jangan menambang di 4 (empat) tempat tersebut,” sambungnya.

Kombes Moh. Irhamni menambahkan bahwa pihaknya selama ini sudah memberikan waktu dua bulan lebih secara persuasif.
“Nah sekarang bukan persuasif tapi penegakan hukum apabila ada masyarakat yang masih berani melakukan penambangan di hutan lindung maka akan ditindak,” tegasnya.

BACA JUGA :  SMA Negeri 1 Toboali Juara Terbaik Pantun Bersaut FESTRIP 2022 Provinsi Kep. Bangka Belitung

Diberitakan sebelumnya, Salah seorang warga Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, NW bersama tiga saudaranya diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung (HL) kuarsa Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga.

Saat dikonfirmasi, NW mengakui bahwa dirinya bersama tiga saudaranya telah diperiksa oleh Dit Reskrimsus Polda Babel terkait aktivitas tambang di kawasan hutan lindung kuarsa tersebut. Kendati demikian, dia merasa telah “dikambinghitamkan” atas permasalahan ini.

“Iya, dipanggil (Penyidik Dit Reskrimsus Polda Babel-red) tapi alhamdulillah sudah selesai, tapi payah lah, kita dikambinghitamkan orang,” akunya kepada wartawan melalui sambungan telepon belum lama ini.

BACA JUGA :  Farel Siswa SD Negeri 6 Toboali, Sukses Tembus Runner Up GAPA dalam SIRNAS Kendara 2022

Lebih lanjut, NW juga tak menampik bahwa aktivitas tambang ilegal jenis rajuk yang ia koordinir tersebut memang berada di kawasan hutan lindung kuarsa.

“Memang di kawasan HL, setop lah, kita tidak mau bekerja lagi (tambang ilegal-red), peralatan tambang juga sudah dibongkar semua,” kilahnya.

Namun, saat disinggung apakah nantinya dia akan mengkoordinir atau membuka lagi tambang ilegal di kawasan tersebut, NW mengaku tergantung dari keinginan masyarakat setempat.

“Ku sih tergantung masyarakat, memang dari orang tua ku dulu disitu (mengklaim pemilik lahan hutan lindung kuarsa-red), ku juga sebagai panitia pembangunan masjid disitu, penggalangan dana pembangunan masjid,” ujarnya. (Red)