Gemawira Bisa Berkolaborasi Dengan Gerakan Lain dan Pemerintah

oleh
Melati Erzaldi saat bertemu Pengurus Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Belitung dan Belitung Timur di Kopi Satu Ruang, Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, Kamis (24/02/2022).

FORUMKeadilanbabel.com, TANJUNG PANDAN – Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) harus bisa berkolaborasi agar organisasi ini punya dampak terhadap lingkungan. Salah satunya pendampingan dan pelatihan yang bisa dikolaborasikan dengan Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) yang memiliki 17 sub sektor di dalamnya serta memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendampingi.

Mendengar Gemawira di Pulau Belitung, Melati Erzaldi yang dikenal begitu peduli dengan para pelaku usaha di Babel membuat janji pertemuan dengan para pengurus yang telah terbentuk sejak November 2021 lalu, saat dirinya sedang berada Pulau Belitung.

Gemawira, diakui Melati Erzaldi terbilang baru diketahuinya. Beberapa waktu yang lalu saat melihat postingan media sosial Pak Sandiaga Uno tentang Gemawira ini yang ternyata ini adalah organisasi yang berkaitan dengan kewirausahaan.

“Saya senang ada Gemawira ini, kita akan bentuk Gemawira di level provinsi. Saya komunikasikan agar segera terbentuk dan melibatkan pelaku usaha di Babel,” ungkap Dewan Pembina Gekrafs Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat bertemu Pengurus Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Belitung dan Belitung Timur di Kopi Satu Ruang, Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, Kamis (24/02/2022).

Lalu, apa bedanya dengan komunitas atau organisasi lain? Apakah seluruh usaha atau hanya kuliner?. Menurut Melati Erzadi serupa, sebab anggota organisasi ini terdiri atas pelaku-pelaku usaha yang disebutnya sebagai _entrepreneur_.

BACA JUGA :  Sekda Naziarto Apresiasi DWP Babel Kian Inovatif

“Kita harus berkolaborasi antar para pelaku usaha dan bagaimana keterlibatan dinas pada pemerintah daerah harus tetap ada,” ungkapnya kepada para pengurus yang telah di SK kan oleh pimpinan pusat Gemawira, dengan susunan pengurus sebagai koordinator wilayah Pulau Belitung adalah Haryanto, sementara Bambang sebagai ketua di Belitung Timur dan Suci Akbari sebagai ketua di Belitung.

Tampak bersemangat dalam pertemuan ini, Melati Erzaldi mengatakan banyak sekali organisasi yang juga melibatkan wirausaha dan para _entrepeneur_ harus ikut berbagai komunitas untuk memperluas jaringan. Program Gubernur Babel juga dapat dikolaborasikan karena gerakannya kurang lebih serupa dengan Gekrafs yaitu bagaimana wirausaha yang ada dapat terus naik kelas.

Selain itu, seorang _entrepreneur_ harus berpikir bagaimana membuat lapangan pekerjaan untuk diri sendiri dan untuk orang sekitar, bukan hanya bagaimana menciptakan berbagai produk dan menjual, tetapi bagaimana melihat peluang diantara tantangan.

“Seorang _Entrepreneurship_ bisa melihat peluang ditengah tantangan seperti contohnya saat pandemi tetap banyak usaha berdiri dan ekonomi Indonesia bertahan juga atas kontribusi UMKM,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, secara khusus Melati Erzaldi meminta Eko yang merupakan pemilik Kopi Satu Ruang untuk ikut bergabung bersama Gemawira dan perlu membagi pengalaman sebagai motivasi untuk anggota lainnya. Mengingat Eko adalah salah satu pelaku usaha muda yang mengalami proses jatuh bangun dalam progres usahanya.
Dari hanya satu gerobak hingga bisa menyewa ruang usaha yang bekerjasama dengan pihak PT Pos Indonesia, Tanjung Pandan yang hari ini menjadi tempat pertemuan.

BACA JUGA :  Serahkan DIPA dan TKD Tahun 2023, Sekda Naziarto Ingatkan Pesan Presiden

Pihak PT Pos Indonesia Tanjung Pandan yang juga hadir pada kesempatan ini diminta Melati Erzaldi agar bisa dilibatkan dalam program pelatihan Gemawira nantinya. Dalam pertemuan yang melibatkan pelaku UMKM misalnya, pihak kantor pos dapat menyosialisakan program potongan harga pengiriman produk kepada konsumen guna mendukung UMKM.

“Temen-teman harus ada agenda rutin untuk saling bertemu, diisi dengan diskusi antar anggota, menambah jaringan agar lebih luas hingga mendapat banyak ilmu dari pelatihan,” ungkapnya memotivasi.

Terlebih, lanjutnya jika tidak berhalangan, pelaku usaha di Pulau Belitung khususnya, akan bertemu dengan teman-teman Gekrafs pada hari minggu (27/02/2022) untuk bersiap atas rencana menjadi salah satu tuan rumah G20 dan Gekrafs akan menjadi rumah besarnya untuk men_support_ kegiatan G20.

“Organisasi ini adalah wadah atau kendaraan yang kita tidak sendiri penumpangnya, sehingga kita tidak perlu merasa takut. Harapannya, terjadilah kolaborasi disini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sekda dan Forkopimda Kep. Babel Jemput Kedatangan Pangdam II Sriwijaya

*Gemawira Terbentuk*

Gemawira di Pulau Belitung ini pertama terbentuk pada November 2021 untuk kepengurusan wilayah yang di SK kan pimpinan pusat Gemawira, tentunya dukungan pemerintah daerah seperti keterlibatan dalam kepengurusan.

Dijelaskan Haryanto selaku Koordinator Wilayah kepada Melati Erzaldi, beberapa kali kami mendapat arahan untuk pembentukan di tingkat provinsi. Hanya saja beberapa kawan-kawan di Pulau Bangka masih belum berani atau masih ragu membuat gerakan ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, Gemawira meliputi UMKM dan pariwisata beserta ikutannya. Saat ini lebih dari 20 provinsi di Indonesia telah dibentuk kepengurusan Gemawira, bahkan di beberapa belahan negara seperti Eropa yang dibentuk oleh orang Indonesia di luar negeri.

“Sangat disayangkan kesiapan produk-produk kita mulai dari kualitas, kemasan dan lain-lain masih menjadi tugas kita (Gemawira) bersama pemerintah agar membangun pasar hingga ke luar negeri,” jelasnya.

Program lain yang baru bisa dilaksanakan usai terbentuk kepengurusannya, Gemawira sudah pernah melaksanakan Gelar _talkshow_ dan UMKM di Tebat Rasau pada Januari 2022.

“Selain itu, kami akan melaksanakan rapat kerja sekaligus _workshop_ kewirausahaan dan rencananya lebaran tahun ini dengan narasumber dari pusat yang merupakan peluku usaha,” jelasnya.(Ikp).