173 SP3AT yang Diterbitkan di Lahan Gunung Namak Toboali, Diduga Masuk Kawasan Hutan 

oleh
Lembar SP3AT di lahan Gunung Namak Toboali atas nama warga kota Pangkalpinang yang diduga ditandatangani Camat Toboali, Sumindar dan mantan LurahToboali Agus Hendri.

FORUMKeadilanbabel.com, TOBOALI — Penerbitan 173 lembar surat pernyataan pengakuan penguasaan atas tanah (SP3AT) yang ditandatangani Camat Toboali Sumindar di lahan di Gunung Namak kian mencuat.

Pasalnya sebagian lahan di gunung Namak itu ada yang masuk kawasan hutan kendati ada juga area penggunaan lainnya (APL).
“Sebagian ada yang masuk kawasan Hutan dan juga ada APL nya. Sudah ada penetapan dari KLHK dan ada Berita Acara Tata Batasnya,” ungkap salah satu KPH di Basel.

Harusnya, kata dia sebelum menerbitkan surat tanah, terlebih dahulu meminta telaah dari BPKH sehingga tanah yang dimohonkan itu betul betul di luar kawasan.
“Padahal, Camat-camat se-Basel sudah dikasih masukan termasuk beberapa kades yang wilayahnya ada kawasan hutan. Kalau mau membuat dokumen tanah, minta analisis status lahan dulu ke BPKH, biar aman,” sebutnya.

Dari salah satu SP3AT yang didapat media FKB News, atas nama Rania Insyara berjenis kelamin perempuan, pekerjaan pelajar/mahasiswa beralamat di Jalan Nilam V RT 006 RW 002 Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang menyatakan menguasai sebidang tanah dan tanam tumbuh seluas lebih kurang 20.000 m2 di Jalan Gunung Namak RT 007 RW 004 Kelurahan Toboali Kecamatan Toboali yang ditandatangani oleh Camat Toboali, Sumindar, S.Pd, S.IP, M.SI dan Lurah Toboali Agus Hendri Alvando ST tertanggal 31 Agustus 2020.

BACA JUGA :  Babel Tunggu Komitmen Pusat Persiapkan Presidensi G20 Belitong

Berkaitan dengan penerbitan SP3AT tersebut, Camat Toboali Sumindar hingga saat ini tak kunjung memberikan tanggapannya.

Berkali kali dihubungi melalui sambungan telepon meski terdengar nada aktif, Camat Sumindar tak memberikan responnya. Demikian juga saat dikonfirmasi via whatsapp meski tersampaikan, pesan hanya dibaca tanpa direspon.

Sementara itu, oknum polisi yang disebut sebut ikut terlibat dalam penguasaan lahan di gunung Namak saat dikonfirmasi, justru meminta media ini untuk mengikuti perkembangan penyelidikan di Kejaksaan sehingga akan tahu siapa yang terlibat.

“Ikuti perkembangan penyelidikan nya saja di kejaksaan bang, nanti kan bisa tahu siapa yg terlibat di situ,” tulis Ok via whatsap, Rabu (23/2/22).

Diberitakan sebelumnya, kasus mafia tanah di Wilayah Bangka Selatan kembali terungkap. Dari informasi yang didapat, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan saat ini sedang mengusut dugaan adanya mafia tanah di kawasan Gunung Namak Toboali.
“Ada 173 surat pernyataan pengakuan penguasaan atas tanah (SP3AT) yang diterbitkan Pemerintah Kecamatan Toboali dengan 17 nama sebagai pemiliknya diduga kuat bermasalah. Saat ini sedang diusut Jaksa dari Kejari Basel. Kabarnya sudah banyak saksi yang diperiksa termasuk pak Camatnya,” ungkap satu sumber informasi kepada FKBNews.com, Rabu (23/2/22).

BACA JUGA :  Nekat, Belasan Ponton TI Ilegal Beroperasi di Sungai Batu Rusa 

Lebih lanjut dikatakan sumber, kasus mafia tanah di kawasan gunung Namak Toboali itu diduga kuat melibatkan salah satu oknum kepolisian setempat dan oknum pejabat pemerintahan di Kecamatan.
“Dari 173 lembar SP3AT sedikitnya ada sekitar 400 hektar tanah milik masyarakat warga Toboali yang dipakai berkebun selama ini tiba tiba dikuasai oleh sejumlah nama yang nama nama itu mayoritasnya berasal dari Sungailiat dan Pangkalpinang. Nah ini dugaan kuat dilakukan oleh salah satu oknum polisi setempat dan oknum pejabat Kecamatan,” tandasnya.

Merasa dirugikan, warga yang berkebun selama ini akhirnya melaporkan dugaan mafia tanah tersebut ke Kejari Basel.
“Warga melapor ke Kejari sekitar bulan oktober 2021,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Layanan J&T Mengecewakan, Paket Janji Diantar, Ternyata Disuruh Ambil Ke Drop poin

Berkaitan dengan hal tersebut, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi ke Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Mayasari via whatsapp. Selanjutnya diminta untuk konfirmasi ke Kasi Intel Kejari Basel.
“Ke Pak Kasi Intel pak ya,” kata Kajari Basel, Rabu (23/2/22).

Namun sayangnya, Kastel Kejari Basel Michael yang diupayakan konfirmasinya baik melalui telepon dan pesan whatsapp hingga berita diturunkan, dirinya tak kunjung memberikan tanggapan.(red).