Nikah Sirih Tanpa Izin, Pengusaha Tambang Asal Lubuk Lingkuk Bateng Diadukan Sang Istri Ke Polda Babel

oleh
Konferensi Pers terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang menyebabkan Depresi pada perempuan di kantor PDKP Babel, Jum’at (18/2/2022) Sore.

Pangkalpinang, Forumkeadilanbabel.com – Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Provinsi Babel adakan Konferensi Pers terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang menyebabkan Depresi pada perempuan di kantor PDKP Babel, Jum’at (18/2/2022) Sore.

Dikatakan Adv. Resa Fersandy, saat ini PDKP Babel sedang menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang menyebabkan Depresi.

“ZH warga Lubuk Lingkuk Kabupaten Bangka Tengah datang ke kantor PDKP untuk meminta bantuan hukum untuk adukan sang suami berinisial N ke Polda Babel karena menikah tanpa izin dengan wanita berinisial DS, sehingga menyebabkan ZH mengalami stress tinggi dan depresi,” ungkap Resa.

Dijelaskan Resa, Berdasarkan Pasal 279 KUHP tentang perkawinan, istri sah dapat melaporkan tindakan suami ke aparat hukum yang berwenang jika melakukan pernikahan tanpa persetujuan istri sah. Serta Pasal 284 KUHP tentang perzinahan

BACA JUGA :  Politisi PDI-P Adet Mastur Pastikan Tahun Ini, Persawahan Tiga Desa Di Bangka Selatan Dapat Kucuran Dana 4,9 M

“Kita sudah adukan ke Polda Babel, rencananya kita juga akan membawa kasus ini ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak tanggal 23 mendatang. Kami juga akan meneruskan aduan ini ke Mabes Polri,” terangnya.

Sementara itu Ketua PDKP Babel John Ganesha mengatakan, dengan adanya kasus ini kami berharap warga khususnya para istri jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga baik itu secara fisik maupun psikis untuk tidak takut melaporkan ke pihak berwajib.

“Kami berharap dengan adanya kasus ini, nantinya akan membuat efek jera bagi para suami yang melakukan poligami tanpa ada izin istri sah maupun perselingkuhan mau itu nikah sirih atau nikah sah secara negara,” kata John.

BACA JUGA :  Menyambut Pulang Kampung Pak Ridwan Djamaluddin dengan Tiga OJO.

John juga mengatakan dalam kasus ini suami klien kami juga sudah tidak memberikan nafkah materi kepada istri sah dan ketiga anaknya.

“Anak ada 3 dan sudah tidak diberi nafkah sejak 3 bulan lalu, terakhir hanya di kasih sebesar Rp 500.000,00 setelah itu sudah tidak ada kabar lagi”, tutup John Ganesha.(Jpa)