Pemilik Timah Selundupan Bermuatan Nanas Belum Ditetapkan Tersangka

Lokal
Kasat Pol Airud Polres Pangkalpinang AKP. Yarndansyah.

Pangkalpinang, Forumkeadilanbabel.com Р Satuan Polisi Air dan Udara Polres Pangkalpinang sampai saat ini terus melakukan pengembangan terkait kasus penyelundupan pasir timah dan timah batangan yang disembunyikan dalam truk bermuatan buah nanas, Sabtu (8/1/2022) lalu.

Dikatakan Kasat Pol Airud Polres Pangkalpinang AKP. Yarndansyah, terkait muatan nanas sudah di kembalikan ke pemiliknya.

“Untuk muatan nanasnya sendiri sudah kami kembalikan ke pemiliknya, dikarenakan pemilik tidak ikut terlibat dalam hal ini,” kata Yardansyah saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/1/2022) malam.

Sementara itu terkait kepemilikan Timah yang disembunyikan di dua truck muatan nanas kemarin, AKP. Yardansyah mengatakan sudah mengirimkan surat pemanggilan.

“Sementara pemilik timah kita sudah layangkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangannya. Berhubung yang bersangkutan berdomisili di Jakarta, maka kami akan menunggu dan mengirimkan surat pemanggilan sebanyak 3 kali,” tambah Kasat.

BACA JUGA :  Pemkot Pangkalpinang Terus Berkomitmen Membangun Keterbukaan Informasi Publik

Saat disinggung mengenai nama atau inisial pemilik timah maupun pemilik nanas, AKP. Yardansyah enggan untuk menyebutkan.

“Terkait pemilik nanas itu tidak terlibat, sementara pemilik timah jika sudah dipanggil sebanyak 3 kali tapi tidak hadir, maka akan kami tetap kan sebagai DPO”, tutup AKP. Yardansyah.

Diberitakan sebelumnya, pihak Polairud Polres Pangkalpinang, telah menetapkan 2 sopir truck bermuatan nanas yang juga membawa ratusan kilogram pasir timah dan timah  batangan untuk diselundupkan.

Hal itu, disampaikan Kasat Polairud Polres Pangkalpinang AKP. Yordansyah untuk kedua supir berinisial Z(31) dan F(44) sudah kami tetapkan sebagai tersangka.

“Ya betul kedua supir sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan saat ini dalam perkembangan penyidikan,” ungkap AKP. Yordansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (8/1/2022) malam.

BACA JUGA :  Ini Pesan Dirjen Dikti Ristek Kepada Peserta Magang ke Jepang

Dijelaskannya, untuk saat ini pihaknya belum bisa memastikan asal usus pasir timah dan lempengan timah yang diselundupkan ini berasal dari kolektor atau penambang.

“Untuk sementara ini kita akan dalami dan kita kembangkan, yang jelas kita sudah tetapkan supir sebagai tersangka dan untuk kolektor atau penambangnya kami masih lakukan penyidikan lebih lanjut,” Jelas Yordansyah.

Untuk kedua supir yang ditetapkan sebagai tersangka sudah ada LP dan saat ini masih terus dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Untuk Tersangka kita sangkakan melanggar pasal 161 tentang Minerba dalam hal ini pengangkutan sebagai mana dalam pasal tersebut tersangka diancam dengan ancaman penjara selama 5 tahun atau denda 500 Miliar Rupiah”, tutupnya. (JPa)