Atasi Keresahan Para Nelayan, Gubernur Erzaldi Segera Kirim Alat Berat Excavator Ke Muara Air Kantung

Lokal
Alur muara Air Kantung Sungailiat

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG – Dalam rangka mengatasi pendangkalan alur muara Air Kantung yang selama ini memicu keresahan para Nelayan Sungailiat, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menegaskan jika dirinya akan segera mengirim tambahan alat berat  excavator (PC) untuk mempercepat pengerukan alur muara yang mengalami pendangkalan akibat gundukan pasir di lokasi tersebut.

Upaya ini sebagai salah satu bentuk dukungan gubernur kepada para nelayan Sungailiat yang selama ini merasa resah karena pendangkalan alur muara tersebut dimana selama ini telah membuat kapal nelayan mengalami kandas bahkan pecah.

“Exscavator akan dikirim ke sana besok dan pipa untuk menyedot pasir sedang dirakit,” singkat Erzaldi melalui pesan Whatsapp, Jumat (22/10/2021).

BACA JUGA :  Tidak Makan Nasi, Antara Sehat dan Gaya Hidup

Sebelumnya, Erzaldi juga telah mengambil kebijakan tegas untuk mencabut izin berusaha PT. Pulomas Sentosa yang disinyalir telah menyebabkan pendangkalan alur muara tersebut.

Tidak hanya itu, mantan Bupati Bangka Tengah ini juga telah mengeluarkan diskresi bekerja sama dengan Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) TNI Angkatan Laut (AL) untuk melakukan pendalaman Alur Muara Air Kantung.

Langkah konkrit yang dilakukan oleh Erzaldi ini banyak mendapat apresiasi dan dukungan dari para nelayan Sungailiat. Seperti disampaikan salah satu nelayan setempat, Rahmad kepada wartawan saat berada di titik lokasi pendangkalan alur muara. Dirinya pun berharap, pendangkalan Alur Muara Air Kantung dapat segera diatasi agar kapal-kapal nelayan nantinya dapat beroperasi dengan lancar.

BACA JUGA :  M. Nasirin Berharap Konsultasi Publik Dapat Membangun Hubungan Dua Arah Antara Pemerintah dan Pelaku Usaha

“Memang kami berharap PC nya ditambah karena pendangkalan alur muara ini benar-benar kita merasakan dampaknya. Apalagi bagi pemilik kapal besar itu kesulitan sekali untuk keluar masuk muara,” ujarnya. (rom)

Editor: Romli