Soal Proyek Lelang Mamin Disdik Babel TA 2021, Kajati Daroe : Saya Tunggu Laporannya

Hukum Lokal
Kajati Babel, Daroe Tri Sadono saat memberikan keterangan terkait penanganan kasus tipikor, Rabu (22/9/21)

FORUMKeadilanbabel.com, PANGKALPINANG-  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono merasa kaget saat ditanya sejumlah awak media terkait adanya laporan pengaduan (Lapdu) yang disampaikan oleh Wakil Direktur CV. Catur Fitri Bersatu, Iswandi soal dugaan lelang makan minum (mamin) kepada Kejati Babel sekitar sepuluh hari yang lalu.

Mantan Wakajati Riau ini mengaku belum mengetahui informasi tersebut, yang saat ini perkaranya juga sedang bergulir di Peradilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Pangkalpinang.

Diketahui sebelumnya, CV. Catur Fitri Bersatu melakukan gugatan kepada Pokja V Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Setda Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkait perkara proyek makan minum Dinas Pendidikan Babel sebesar Rp1,4 miliar dari APBD provinsi Tahun Anggaran 2021.

BACA JUGA :  HMI Tantang Ketua DPD HNSI Babel, Johan Murod Debat Terbuka Soal Tambang Ilegal di Mengkubung

“Saya justru baru mendengar (informasi dari wartawan-red) sekarang, nanti saya cek dulu, benar saya belum mendengar,,” kata Daroe saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Gedung Kejati Babel, Rabu (22/09/2021).

“”Saya berterima kasih sudah diingatkan itu. Cara yang kayak gini yang saya suka memberikan informasi, rekan-rekan (wartawan) nggak usah khawatir, takutnya nanti pikirannya kami mengabaikan (Lapdu-red), tentu kami tidak dilatih untuk seperti itu, kami dilatih untuk selalu merespon apa yang disampaikan oleh masyarakat,” sambungnya.

Sebelumnya kepada awak media, Iswandi mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan laporan pengaduan ke Kejati Babel sejak 10 hari yang lalu. Namun menurut dia, laporan pengaduan tersebut seperti dijadikan bola “pingpong” oleh pihak kejaksaan.

BACA JUGA :  Pertama Kalinya, Semua Pemerintah di Bangka Belitung Sukses Meraih Predikat WTP LKPD 2020

“Lapdu yang disampaikan kami saat itu sempat di “pingpong” oleh Asintel. Hingga kemudian diserahkan ke PTSP” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya CV. Catur Fitri Bersatu, menyampaikan laporan pengaduan ke Kejati Babel soal dugaan proses lelang makan minum di Dinas Pendidikan Babel 2021. Lelang tersebut dilaporkan lantaran kuat dugaan banyak penyimpangan yang terjadi dan itu diduga melibatkan pihak Pokja. Lelang yang sudah dimenangkan oleh CV. Pagoda Sakti itu sendiri saat ini sedang bergulir dalam gugatan PTUN Babel. (rom)