Kejari Bangka Barat Terima Kunjungan Ketua dan Waka PN Agama Muntok

Lokal
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne, SH, MH foto bersama Ketua dan Wakil Ketua beserta Panitera Pengadilan Agama Mentok pada Jum’at (17/09/21)

Forunkeadilanbabel.com, Muntok-Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne, SH, MH beserta jajaran menerima kunjungan kerja dari Ketua dan Wakil Ketua beserta Panitera Pengadilan Agama Mentok pada Jum’at (17/09/21) dalam rangka silaturahmi dan koordinasi, di ruang kerja Kajari Bangka Barat.

Dalam kunjungan kerja dan koordinasi tersebut kedua pihak membahas mengenai rencana program kerja sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat terkait permasalahan dalam hukum keluarga yang salah satunya yaitu mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta mengenai permasalahan pernikahan dini dan pernikahan siri.

Selanjutnya dalam rangka mempersiapkan sosialisasi dan penyuluhan hukum tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Bangka Barat dan Pengadilan Agama Mentok akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

BACA JUGA :  Hadiri Perayaan Maulud, Molen Harap Budaya Nganggung Tak Lekang oleh Waktu

Dalam koordinasi tersebut juga membahas mengenai sinergitas antara Kejaksaan Negeri Bangka Barat dengan Pengadilan Agama Muntok terutama dalam mendukung upaya untuk meraih predikat Zona Integritas yang mana pada saat ini Kejaksaan Negeri Bangka Barat telah meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) pada tahun 2020 yang lalu dan selanjutnya bertekad untuk meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) sedangkan Pengadilan Agama Mentok bertekad untuk meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) pada tahun 2021 ini sehingga diperlukan adanya sinergitas untuk dapat saling mendukung dalam meraih predikat tersebut dengan cara meningkatkan pelayanan publik terutama dalam proses penanganan perkara di instansi masing-masing.

Selain itu yang menjadi pembahasan dalam koordinasi tersebut mengenai proses penanganan perkara di wilayah hukum Kabupaten Bangka Barat yang harus memperhatikan asas-asas peradilan yaitu sederhana, cepat, dan biaya ringan. Peradilan harus memenuhi harapan dan pencari keadilan yang selalu menghendaki peradilan yang cepat, tepat, adil, dan biaya ringan.

BACA JUGA :  Para Santri Iringi Gubernur Tandatangani Prasasti Ponpes Tahfidz Guntur dengan Lantunan Selawat

“Bahwa pada dasarnya asas sederhana, cepat dan biaya ringan di pengadilan merupakan satu kesatuan asas yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Artinya, jika sudah dicapai suatu proses yang sederhana dalam sebuah proses beracara, maka persidangan tidak akan memakan waktu yang lama, dan biayanya juga tidak akan mengalami pembengkakan,” terang Kajari Bangka Barat, Helena SH, MH dalam kata sambutannya.

Kajari Bangka Barat ini berharap dengan adanya silaturahmi dan koordinasi ini dapat semakin memperkuat sinergitas antara Kejaksaan Negeri Bangka Barat dengan Pengadilan Agama Mentok dalam proses penegakan hukum di Kabupaten Bangka Barat.

“Juga diharapkan dapat mengurangi angka kasus perceraian yang disebabkan oleh permasalahan hukum keluarga seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan sebagainya,” harapnya.

BACA JUGA :  Puluhan Unit TI Rajuk Luluh Lantakkan Kawasan Industri Milik Pemkab Bangka

Sementara itu,  Ketua Pengadilan Agama Mentok mengatakan bahwa banyaknya perceraian dan tingkat pernikahan dini patut menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat.

“Kabupaten Bangka Barat patut menjadi perhatian bagi seluruh unsur masyarakat lantaran banyaknya perceraian dan pernikahan dini, dan pihaknya juga mengajak pihak Kejaksaan Negeri Bangka Barat untuk bekerjasama dalam mengikuti program podcast PAMOR (Pengadilan Agama Mentok Obrolan Ringan) yang nantinya akan membahas terkait isu-isu hukum terkini,” ujarnya.

Selain itu ketua PN Agama Muntok menyambut baik dan berterima kasih atas masukan dan saran serta ide-ide cemerlang dari Kajari untuk memajukan Kabupaten Bangka Barat serta sebagai tambahan informasi dan pengalaman bagi Pengadilan Agama Muntok dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) apresiasi ketua PN Agama Muntok. (Tami)