Usai Bakit, Walhi Desak Aparat Terkait Segera Tertibkan TI Apung Selindung Biar tak Terkesan Tebang Pilih

Lokal
Penulis: Rudy

Forumkeadilanbabel.com, MUNTOK, — Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Wilayah Bangka Belitung mendesak aparat penegak hukum segera menertibkan aktifitas tambang inkonvensional (TI) jenis ponton terapung yang beraktifitas di Perairan Laut Dusun Selindung, Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat.

Pada tahun lalu, Polres Bangka Barat sudah memasang spanduk di pondok-pondok penambang terkait peringatan larangan terhitung tanggal 17 Agustus 2020 agar wilayah perairan laut tersebut bersih dari aktifitas penambangan TI apung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dewan Daerah WALHI Kepulauan Bangka Belitung, TJ Adi Wibowo alias Dedek melalui pernyataan tertulisnya kepada forumkeadilanbabel. com, Kamis, (18/6/21), berkaitan keberhasilan aparat gabungan minggu ini menertibkan aktifitas TI apung ilegal di Perairan Teluk Kelabat Dalam, Desa Bakit Kecamatan Parittiga yang merupakan zona tangkapan nelayan.

“Setelah penertiban TI apung di Bakit yang dilakukan secara serempak oleh empat unsur aparat terkait, patut diapresiasi dengan baik oleh masyarakat nelayan di wilayah tersebut, “ujar Dedek dalam pesannya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61, Jefferdian Sampaikan Kinerja Kejari Pangkalpinang Priode Januari 2021 Hingga Saat ini
Insert: TJ Adi Wibowo alias Dedek, Dewan Daerah Walhi Kepulauan Bangka Belitung. (Ist).

Selanjutnya kata Dedek, yang menjadi tugas lanjutan para penegak hukum adalah bukan sekedar berhenti pada tindakan penertiban awal saja. Tetapi juga wajib diiringi dengan pemberian sanksi hukum secara tegas terhadap para pelanggarnya di kemudian hari, jika masih ada yang tetap membandel untuk melakukan kegiatan penambangan timah di wilayah tersebut.

“Terkait dengan masalah TI apung di wilayah Bakit, ternyata di wilayah Muntok sendiri juga mulai marak kembali penambangan timah di wilayah tangkap nelayan.
Tepatnya di wilayah pantai Dusun Selindung Desa Air Putih Kecamatan Muntok kembali secara perlahan mulai kembali ditambang, “ujar Dedek.

Dikatakannya, berkaca pada kegiatan penertiban TI apung di Bakit, sudah seharusnya kegiatan ini juga melebar ke seluruh wilayah pesisir Bangka Barat termasuk di pantai Selindung.

Sehingga seluruh masyarakat bisa menilai bahwa tidak ada kesan tebang pilih terhadap kegiatan penambangan di wilayah pesisir Bangka Barat.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Wuling Melejit di Bangka

Apalagi mengingat Pantai Selindung juga terletak tidak terlalu jauh dari lokasi pembangunan pelabuhan Tanjung Ular yang nota bene masuk dalam wilayah KEK.

“Jika memang pemerintah punya komitmen tinggi terhadap penegakan hukum serta kepedulian terhadap lingkungan, sudah selayaknya TI apung di Pantai Selindung juga ditertibkan.Terakhir juga jangan dilupakan, adalah juga hak setiap warga negara untuk tetap bisa bebas menikmati pantai sebagai area publik dalam melakukan kegiatan yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak merusak lingkungan wajib untuk diperhatikan dan dilindungi juga, “pungkasnya.

Penertiban Gabungan, Teluk Kelabat Bersih dari Ponton Isap
Caption: Tim Gabungan penertiban kegiatan penambangan di Teluk Kelabat Desa Bakit, mendapatkan pengarahan sesaat sebelum melakukan patroli, Kamis, (17/6/2021). (Ist).

Sementara itu, Tim Gabungan Polres Bangka Barat yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Polair, Sat Shabara, Pos TNI AL Jebus dan satuan fungsi lainnya dalam penertiban, Kamis, ( 17/6/2021 ),
melakukan patroli di perairan Teluk Kelabat, Tanjung Rhu Desa Bakit, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

BACA JUGA :  Meski Ada Larangan, Perusahaan Ini Justru Diduga Sering Kirim Zirkon Mentah Ke Luar Babel

Personel Polres Bangka Barat bersama tim gabungan melakukan pemantauan di perairan Teluk Kelabat Dalam, wilayah Kabupaten Bangka Barat menggunakan perahu.

Dalam pantauan langsung tim tidak menemukan di Perairan Teluk Kelabat wilayah Bangka Barat aktivitas penambangan. Tidak ada satu pun ponton isap yang terlihat berada di lokasi tersebut pasca sejak razia gabungan dalam minggu ini.

Ipda Intan seizin Kapolres Bangka Barat usai patroli mengatakan, hari ini merupakan operasi penertiban terakhir yang dilakukan Polres Bangka Barat di Perairan Teluk Kelabat, tepatnya di Tanjung Rhu, Desa Bakit

“Alhamdulillah kegiatan patroli tadi tidak ada di temukan ponton apung yang melakukan aktivitas penambangan di wilayah Bakit, Tanjung Rhu, Kabupaten Bangka Barat. Jadi kegiatan tadi berjalan dengan lancar tidak terjadi masalah” kata Ipda Intan usai patroli.