Situasi Krisis Ekonomi Masyarakat Dampak Dari Covid-19, Thomas Jusman Berharap Peningkatan Peran Kadin Daerah

Lokal

Sungailiat, FKB– 2 Tahun terakhir, Indonesia dilanda Pandemi Corona Virus Disease (Covid) – 19. Kontaminasi penularan virus melalui media tubuh manusia ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China. Pemerintahan Jokowi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) telah bergerak cepat sejak awal – awal mewabahnya Virus dengan menetapkan status Bencana Nasional non alam melalui BNPB yang kemudian membentuk Satuan Tugas ( Satgas) Penanggulangan Bencana Covid – 19 yang terkoordinasi dari tingkat Nasional, daerah sampai ke – Desa – Desa.

Bencana Dunia Covid – 19 telah mempengaruhi berbagi bidang kehidupan masyarakat Dunia khususnya di Indonesia. Tidak terkecuali di Daerah Bangka Belitung ( Babel). Sampai tahun 2021, bencana ini telah menelan ribuan korban jiwa dan terus dilakukan upaya oleh pemerintah melalui kerjasama BNPB dan Lintas Sektoral Kedinasan yang massive dan komprehensif untuk memutus mata rantai penularan virus.

Tidak terbantahkan bahwa penularan virus yang menyebabkan harus dibatasinya ruang gerak manusia dalam beraktifitas menyebabkan iklim perekonomian dan industri melemah. Di setiap daerah bahkan beberapa supermarket dan perusahaan memilih untuk mengurangi hampir 50 persen tenaga kerja bahkan tak sedikit yang gulung tikar. Berbagai upaya pemulihan ekonomi sejak pertengahan tahun 2020 terus dilancarkan oleh pemerintahan RI. Berbagai perogram UMKM dan bantuan sosial terus di luncurkan untuk mempertahankan perekonomian masyarakat.

Tak terkecuali di daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Daerah Tambang dan Pariwisata ini tak menampik turut terimbas ekonominya dari wabah covid – 19. Apalagi dengan pembatasan arus keluar masuk Bangka Belitung dan regulasi yang berlaku terkait kebijakan penanganan virus. Tentu sangat memukul perekonomian para pelaku Industri Pariwisata, UMKM dan Ekonomi masyarakat lainnya di Negeri Serumpun sebalai ini.

Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Babel turut berfikir keras membantu pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi di era Covid 19. Thomas Jusman dalam kesempatan wewancaranya ( 20/2 ) di kediaman pribadi, Sungailiat, Bangka mengatakan Kadin Indonesia telah sejak awal sebagai Oragniasai Strategis Mitra Pemerintah aktif membantu pemerintah bahkan mendorong suksesi percepatan vaksinasi dengan melakukan Vaksin mandiri di setiap perusahaan dan keanggotaan Kadin Babel.

Peran dan pemikiran Kadin tentu sangat berpengaruh terhadap iklim ekonomi saat ini. Namun sayangnya, peran Kadin di Daerah dirasa Thomas Jusman belum maksimal khususnya dalam peran menekan inflasi harga komoditi nasional & internasional dari daerah Babel. Untuk itu, Thomas menginginkan Kadin Nasional dapat memperkuat peran Kadin di Daerah.

“Kalau berpengaruh terhadap penentuan harga komoditi, sayangnya tidak. Kita harus akui fakta bahwa Kadin belum bisa mengendalikan harga. Misalnya komoditi harga timah, kita tidak punya kendali disitu, dan ini yang menjadi pemikiran kita kedepan untuk lebih memperbaiki tata niaganya agar kadin dapat memenuhi peran dalam menjadikan Bangka Belitung sebagai tuan rumah atas komoditinya sendiri, namun itu kadin memiliki suara terhadap pemerintah yang akan menjadi dasar mereka membuat regulasi. Dan ini juga menjadi PR kami untuk meminta Kadin Indonesia untuk memperkuat peran Kadin di Daerah” Harap Tomas.

Sebagai induk Organisasi Perdagangan, Bisnis dan Industri, Kadin menempati posisi strategis untuk menyuarakan kepentingan dunia bisnis dari para pelaku Bisnis, usaha, bahkan UMKM melalui setiap peraturan ataupun perubahan regulasi kepemerintahan.

Kadin Babel turut bersimpatik terhadap iklim bisnis yang yang sedang mengalami penurunan gairah Ikhwal Pandemi Covid – 19 yang tak kunjung berakhir.

Dikatakan Thomas, bahwa ekonomi global sangat terpukul. Bahkan Tomas mengkhawatirkan terjadinya Krisi ekonomi yang akan menjadi krisis sosial.

” Kita semua sependapat bahwa covid 19 ini memukul dunia usaha global, nasional dan daerah termasuk Babel. Apalagi terjadi perang dagang antara negara Amerika dan Cina. Saya menyebut ini termasuk krisis walaupun berbeda dengan tahun 1998 lalu. Di tahun 1998 itu Krisis moneter yang berubah menjadi Krisis ekonomi. Namun pada saat itu UMKM masih dapat menyelamatkan perekonomian di Indonesa, dia menjadi tulang punggung perekonomian. Sedangkan krisis di era Covid ini dari dua sisi bisnis yakni produksi dan permintaan turut kena, dan ini tidak memandang besar kecil suatu usaha, semuanya kena” Ujar Thomas

Menjabarkan berbagai hal mengenai kondisi perekonomian di Babel, Pihak Kadin menaruh harapan ke beberapa sektor ekonomi yang masih memepertahankan ekonomi daerah Babel sehingga tidak separah di daerah lain.

” ini karena krisis sebenarnya, adalah krisis kesehatan yang merupakan aspek manusia yang sangat penting. Krisis kesehatan ini membatasi ruang gerak manusia yang selanjutnya juga terjadi pembatasan arus barang dan jasa, rantai pasokan semuanya kena dan skalanya sangat – sangat besar. Singkatnya saya sampaikan krisis kesehatan akan menjadi Krisis ekonomi , dan yang kita takutkan akan menjadi Krisis Sosial. Untungnya pihak Kadin juga berperan dalam langkah cepat pemerintah membuat stimulus – stimulus dan berbagi sosialisasi kesehatan. Saya tambahkan khusus di Babel krisis karena Covid 19 yang paling terdampak adalah sektor Industri Pariwisata, apalagi kita sedang kembangkan terutama di Belitung. namun sektor bisinis digital tidak terpukul bahkan cenderung naik, sayangnya kita di Babel kurang menjalankan industri digital. Masih syukur sektor usaha lain seperti pertambangan dan perkebunan masih dapat bertahan dan kita jangan lupakan juga kita punya komoditi baru budidaya udang vaname” Papar Thomas Panjang lebar.

Covid 19 memang berpengaruh besar terhadap ekonomi di segala bidang, Bahkan Ketua Umum Kadin Babel ini menyatakan bahwa Covid -19 menyebabkan krisis kesehatan manusia yang ditakutkan akan menjadi Krisis ekonomi dan sosial. Namun itu, Kadin turut berupaya maksimal mambantu pemerintah. Saat ini, pihak kadin telah melakukan vaksinasi mandiri di kalangan pekerja perusahaan untuk mempercepat kesuksesan perogram vaksin Nasional.

Organisasi Kadin Daerah Babel merasa perlunya kerjasama semua pihak menjawab tantangan di sektor bisnis dan usaha masyarakat Babel di era Covid – 19. Apalagi menyikapi terbatasnya ruang peran Kadin di Daerah meskipun sudah dipayungi UU No 1 tahun 1987 yang mengatur mengenai Kadin Nasional.

Untuk itu, Thomas meminta pemerintah Daerah Babel dari tingkat Provinsi, kabupaten dan lini terbawah dapat menerima sinergitas dari pihaknya secara utuh sesuai fungsi dari Kadin Babel.

” Tantangan beratnya adalah Kadin itu kan dibentuk Undang – Undang, namun sayangnya Perpresnya belum ada sehingga di daerah kita belun maksimal berdaya guna peran terhadap pengembangan ekonomi dan usaha, misalnya disitu disebutkan bahwa semua pengusaha adalah anggota Kadin tapi apakah semua pengusaha memiliki KTA Kadin ?, itu terjadi karena tidak ada aturan mendetail yang menjadi turunan undang undang itu sendiri. Ini yang kita sayangkan seharusnya eksistensi itu kita bisa dapatkan baik di pusat maupun di darah sehingga memenuhi hakekat UU no 1 tahun 1987. Sehingga kita dapat mengkontrol harga komoditi daerah kita dari inflasi yang berasal dari luar. Intinya kita tidak bisa mengkontrol semua pengusaha apalagi dia tidak memiliki keanggotaan kadin yang punya aturan usaha, untuk dapat mengendalikan harga yang baik dan tidak merugikan kita harus dapat mengkontrol para pelaku atau pengusaha dengan aturan yang semestinya” papar Thomas.

*Transformasi Ekonomi Babel Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan krisis Saat Ini*

Thomas menyampaikan agar dapat menjawab tantangan dan masalah perekonomian saat ini adalah tantangan merubah pola pikir dan budaya masyarakat yang bergantung pada ekonomi tambang ke sektor usaha alternatif yang sedang di kembangkan.

” Tantangan selain masalah eksistensi, selanjutnya adalah merubah paradigma pikir Atau maindset masyarakat Babel yang terbiasa dengan budaya menambang. Kedepan Transformasi ekonomi adalah suatu keniscayaan” Ujar Thomas

” 3, 5 abad kita di ektraksi tentu harus kita persiapkan jika ini habis, kita memiliki sumber daya yang berkelanjutan, kita punya pantai yang panjang dan luas, pulau – pulau yang bagus. Nyatanya juga sektor budidaya udang juga sudah berkembang. perkebunan kita punya potensi yang luar biasa, Itu kan selama ini belum maksimal, singkatnya tantangan kita selanjutnya bagaimana melakukan transformasi ekonomi, supaya ekonomi kita punya jasa lebih, punya makro ekonomi yang stabil yang tidak bergantung pada satu sektor saja, saya optimis kita bisa mengembangkan potensi ekonomi kita selain yang ekonomi yang berbasis tambang. Nah merubah mindset masyarakat jangan lupa juga merubah mindset pejabat publiknya. Karena mereka yang mengatur regulasi. Jiwa melayani nya harus ditingkatkan lagi sehingga case of doing bisnisnya di Bangka Belitung menjadi baik” Jelas Thomas panjang Lebar.

Dijabarkan Thomas ada 4 sektor usaha unggulan Bangka Belitung yakni Pertambangan, Pariwisata, Perkebunan, dan sumber alam seperti tambak dan budidaya yang akan menjadi peluang transformasi ekonomi masyarakat Babel.

“Sektor Ekonomi Makro Adalah Peluang Kestabilan Ekonomi Daerah*

Untuk mewujudkannya, pemerintah diharapkan dapat konsisten dalam menjalankan segala bentuk aturan tata ruang seperti RZWP3K ataupun Perda yang telah disahkan. Ditambahkan Thomas, ketika pemerintah dapat menjalankan Perundang – Undangan atau aturan daerah yang berlaku secara konsisten, barulah kemudian dapat merencanakan, menyusun atau membuat kebijakan – kebijakan baru yang berpihak kepada pengembangan sektor bisnis, Industri, Perdagangan dan UMKM di Babel.

” Harapannya pemerintah harus punya blue print dan master plant yang jelas ya, dengan kondisi Krisis ekonomi seperti saat ini Gubernur dan Bupatinya Harus punya kesepakatan yang jelas arahnya, Melakukan pemetaan dalam proses transformasi ekonomi ini, konsisten menjalankan itu. Kalau tidak melakukan itu kami khawatirkan daerah kita yang sebenarnya punya potensi ksatabilan ekonomi makro tidak bisa terwujud” Ungkap Thomas khawatir.

” Sudah waktunya pemerintah memperjelas pelaksana regulasi di tiap daerah itu punya keunggulan masing – masing untuk mengakomodir semuanya. Saya tidak bicara kita mau meninggalkan tambang karena tambang itu sangat penting. Tapi bagaimana kita meningkatkan nilai sektor tambang dengan memperkuat hilirisasi industri” Ujarnya.

Mempercepat hilirisasi Pertambangan dan menetapkan industri pariwisata sebagai salah satu leading sektor dianggap penting oleh Ketum Kadin Babel sebagai gandengan upaya transformasi ekonomi Daerah.

” Selain itu kita tingkatkan sektor ekonomi alternatif sambil melakukan good mining practice, kita mendorong ekonomi pariwisata sebagi leading sektor dan diharapkan sektor pertanian, perkebunan, dan budidaya maupun perikanan dapat terus kita tingkatkan yang akan berakibat ekonomi kreatif usaha dan rantai otomatis berkembang” jelasnya

Untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini, Thomas berharap pihak pemerintah daerah dapat berkomitmen dan bersinergis dalam melaksanakan aturan. Selain itu, Babel harus mempersiapkan beberapa hal penting untuk mensukseskan transformasi ekonomi.

” Kuncinya komitmen, sinergis diperlukan sehingga kita bisa konsisten menggiatkan transformasi ekonomi. Itu kata kuncinya” Jelas Thomas.

” yang pertama persiapan SDM kita harus bekali misalnya memperbanyak akademi pariwisata, penyuluhan – penyuluhan pertanian perkebunan dan sektor ekonomi alternatif sebagi transformasi ekonomi. Selanjutnya membina para UMKM Kita terbukti Indonesia itu kuat karena UMKM karena dia mencapai 65 persen dari PDB Indonesia” Tandasnya.

Ingin berperan lebih terhadap arus pemulihan dan percepatan ekonomi Babel. Thomas mengaku akan meminta Kadin Nasional agar menguatkan Peran Kadin di Daerah – Daerah mengingat kedudukan organisasi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.

” kami tahu ketua Umum Kadin Indonesia pak Rosan P sudah bekerja keras mendampingi presiden, memberikan masukan – masukan terhadap pemerintah contohnya ketika membantu menangani Covid ini, jangan lupa pembahasan UU cipta kerja itu dilakukan Juga bersama Kadin untuk menghasilkan maha karya UU Omnibus Law, tinggal kita tunggu pelaksanaan program programnya. Tentu kami menyadari masih banyak yang bisa dilakukan oleh kadin selain kerja keras tadi. Dan itu kan peran Kadin Pusat lantas bagaimana dengan. Daerah harus diperkuat kadin nya. Ya tentu dengan menguatkan UU no 1 tahun 1987 agar eksistensinya naik dan kita bisa lebih banyak berbuat” Ungkapnya

Dengan kuatnya peran Kadin di tiap daerah diyakinkan Thomas akan mampu memperkuat Kadin Indonesia dan memperkuat pemerintahan.

” Saya kira untuk membangun Indonesia apalagi dengan Nawacita nya presiden. Membangun dari pinggiran, memperkuat ekonomi domestik. membangun dari Indonesia, maka tidak ada lain Kadin Indonesia akan kuat apabila kadin daerah nya kuat. kadin yang kuat akan menjadi mitra strategis Indonesia yang kuat pula. Karena di dalam Kadin adalah para pelaku usaha dan semua pengusaha dengan Perpres itu akan wajib menjadi anggota Kadin” papar Thomas

” Saya kasih contoh misal nya Asosiasi Pengusaha bernama REI, itu misalanya mau mendapatkan fasilitas KPR itu wajib memiliki KTA tadi dari asosiasi. Dulu Kadin juga dilibatkan dalam proses pengadaan barang dan jasa tapi sekarang tidak lagi. Sayangnya sekarang pengusaha bisa ngaku sebagai anggota Kadin tapi dia tidak punya KTA Kadin” Kata Thomas menyayangkan.

penulis : Ir