Kepala Lab Tehnik Pangan dan Pasca Panen Fakultas Tehnologi Pertanian UGM Akui Kecanggihan Tehnologi Pengolahan Produksi Tepung Tapioka Milik PT BAA

Lokal

Bangka, FKB — Untuk melihat proses pengolahan produksi tepung tapioka dan tepung sagu secara langsung, Kepala Laboratorium Tehnik Pangan dan Pasca Panen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada, Joko Nugroho Wahyu Karyati dengan didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan tepung tapioka PT. Bangka Asindo Agri di Kenanga, Sungailiat Bangka, Jumat (9/4/2021).

Kedatangan Joko Nugroho Wahyu Karyati ini bertujuan untuk melihat proses produksi tepung tapioka dan tepung sagu.

Dalam kunjungannya, Joko Nugroho mengungkapkan ketertarikannya terhadap proses pengolahan yang dilakukan oleh PT. BAA.

“Saya tertarik dari proses pencucian bahan, penggilingan dan pengeringan, sebenarnya ini sudah diajarkan ditempat kami sampai dengan pengolahan limbahnya. Penggunaan teori bio gas betul betul bisa untuk mengatasi limbah cair, yang selama ini bisa menimbulkan bau tidak sedap lambat laun bisa diatasi dengan dengan teknologi tersebut,” ungkapnya.

Diakuinya, jika dirinya sangat merasa senang bisa berkesempatan untuk melihat teknologi canggih yang diterapkan oleh perusahaan (PT. BAA red). Dia mengatakan jika teknologi yang digunakan di PT. BAA termasuk tehnologi yang belum digunakan di tempat lain.

“Setelah melihat proses produksi tadi, saya sangat tertarik dengan proses fast dryer sebuah teknologi mengeringkan tepung dengan waktu yang sangat cepat. Dan untuk pemanfaatan energi dari bio gas tentunya suatu hal yang sangat luar biasa, karena di tempat lain belum menggunakan teknologi ini,” sebut Joko Wahyu.

Ia katakan dari proses produksi pengolahan air limbah sudah sangat bagus yang mana dapat diolah dengan kadar air 11 persen yang mana cukup aman untuk disimpan.

“Saya melihat tidak banyak kendala proses pengolahan limbah disini, semua berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Menurut saya yang terpenting untuk saat ini adalah bagaimana caranya perusahaan dapat memancing petani agar dapat mekanisasi supaya kerja bisa lebih cepat dengan menggunakan teknologi,” pungkasnya.(Ir)