Dinamika Pelaksanaan Pilkada Serentak di Babel Disorot Komisi II DPR RI

Lokal

Bangka, FKB – Anggota Komisi II DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Bangka Belitung, Bambang Pattijaya, menyoroti dinamika pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak, tepatnya tanggal 9 Desember mendatang di sejumlah kabupaten di Bangka Belitung.

Namun dia berharap Pilkada di Bangka Belitung ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Meski dalam perjalannya, ada dinamika-dinamika tertentu yang terjadi.

“Seperti kita lihat di Beltim, di sana ada satu hal yang kita sayangkan, yang kami anggap kriminalisasi terhadap Ketua Tim Pemenangan daripada Pasangan Burhanudin. Kemudian alam proses persidangan (terdakwa) terbukti tidak bersalah, kemudian dibebaskan oleh hakim,” ungkap Bambang Pattijaya di Sungailiat, Jum’at (4/12).

Kemudian, lanjut Bambang Pattijaya, pihaknya juga melihat adanya potensi money politik pada daerah tertentu. Sebagai contohnya, di Bangka Selatan. Karena itu dia berharap kepada penyelenggara Pilkada khususnya, seperti Bawaslu maupun Gakkumdu, dapat lebih memaksimalkan peran pengawasannya, sehingga pelaksanaan Pilkada nantinya dapat berjalan dengan baik.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Bangka Suport Pemda Revitalisasi Pasar Belinyu

“Apa saya sampaikan ini merupakan indikasi-indikasi disampaikan oleh masyarakat kepada kami, sehinga kami berharap dalam hal seperti ini kita dapat mengatasinya. Karena kami dari Komisi II berkeinginan, bahwa Pilkada dapat terselenggara dengan baik, lancar setiap tahapannya, dan terlaksana dengan fair, seperti itu,” bebernya.

Terkait dengan kualitas pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi Covid-19 ini, Bambang Pattijaya mengatakan, ada beberapa ukuran didalam penentuan kualitas Pilkada itu sendiri.

Pertama, tiap tahapan daripada Pilkada itu sendiri, mulai dari kampanye, kemudian pemilihan, rekpitulasi dan penetapan, ini berjalan dengan baik dan lancar. Yang kedua, tingkat partisipasi masyarakat itu tinggi.

“Dan ini yang memang yang menjadi tantangan kita, karena disaat pandemi ini, KPU RI malah menargetkan tingkat partisipasi pemilih ini melampaui yang sebelumnya, mencapai 77,5 persen,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Begini Hak Jawab Kuasa Hukum YM Terkait Pemberitaan Dugaan Jual Beli Kawasan Hutan Sebagin

Kemudian yang ketiga, standar tingkat keamanan dan keselamatan, baik penyelenggara, paslon, maupun masyarakat, itu jauh dari ancaman penyakit Covid-19 dan sebagainya. Sehingga semua faktor-faktor keamanan ini dapat terpenuhi.

“Nah, itu salah satu kriteria kita dalam melihat, bagaimana kualitas pelaksanaan Pilkada ini berjalan dengan baik atau tidak?” kata dia.

Disinggung daerah mana di Bangka Belitung yang berpotensi terjadinya konflik pasca Pilkada? Bambang Pattijaya enggan menanggapi terlalu jauh. Menurutnya, hal itu merupakan domain pihak keamanan.

“Nah, untuk itu kita lebih baik jangan berandai-andai dulu, ya? Saya pikir itu domainnya daripada Kepolisian, pihak keamanan. Saya pikir pihak Kepolisian baik Polda maupun Polres, pasti punya mapping. Jadi saya tidak mau berkomentar sesuatu yang menyangkut ranah mereka, sebaiknya ditanyakan kepada mereka. Tapi saya yakin, bahwa Kepolisian juga pasti punya hasil mapping tertentu terhadap situasi Pilkada ini, sehingga kemudian bisa dilakukan cipta kondisi untuk yang kondusif untuk mengantisipasi hal tersebut,” demikian Bambang Pattijaya. (rel)

BACA JUGA :  Padepokan Laskar Gendeng Nusantara Gelar Pengobatan dan Khitanan Gratis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.