Situasi dan Perkembangan Terkini Penyebaran dan Penanganan Covid-19 di Babel

Lokal
Andi Budi Prayitno (ABP), Foto : Net

Babel, FKB — Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga saat ini sudah menyentuh hingga angka 1002. Situasi ini menandai bahwa kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam 3 bulan terakhir terus mengalami lonjakan.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kep. Babel, Andi Budi Prayitno (ABP) mengatakan, orang yang terinfeksi atau terpapar Covid-19, berasal dari beberapa klaster, terutama pada klaster perkantoran, klaster perkebunan, klaster keluarga, klaster fasilitas pelayanan kesehatan, klaster keluarga, klaster perumahan, serta terbaru klaster pesantren, klaster perkumpulan, dan klaster kampung.

“Sebab itu, hal ini perlu kita sikapi serius yakni dengan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran serta kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19,” ungkap ABP panggilan sehari-hari Andi Budi Prayitno, Senin (30/11/20) kemarin.

Menurut ABP, kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Babel saat ini sudah mencapai 1002 kasus dengan penambahan 8 kasus.

Adapun rinciannya sebagai berikut;
Pangkalpinang sebanyak 290 kasus dengan penambahan 6 kasus. Bangka Induk sebanyak 259 kasus, Bangka Tengah sebanyak 204 kasus dengan penambahan 1 kasus, Bangka Barat sebanyak 70 kasus, Bangka Selatan 17 kasus, dengan penambahan 1 kasus, dan Belitung sebanyak 138 kasus serta Belitung Timur 24 kasus.
“Sedangkan yang dinyatakan selesai menjalani isolasi dan karantina serta dinyatakan bebas dari Covid-19 sebanyak 12 (duabelas) orang, yaitu: Kota Pangkalpinang 6 orang, Kabupaten Bangka 3 orang dan Kabupaten Belitung ada 3 orang,” paparnya.

BACA JUGA :  Diduga Terindikasi Korupsi, Jaksa Bidik Asuransi Kecelakaan di PT. Jasa Raharja, Pay: Jika Terbukti, Usut Tuntas

Sementara penambahan yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-18 sebanyak 8 orang itu berasal dari wilayah Kota Pangkalpinang sebanyak 6 orang, Kabupaten Bangka Tengah 1 orang dan Kabupaten Bangka Selatan 1 orang.

Lebih lanjut disampaikan ABP, kondisi ketersediaan kamar untu pasien Covid-19 sejauh ini masih bergantung pada kondisi pasien berdasarkan kriteria tertentu, seperti yang memerlukan pendampingan, misalnya balita, anak, lansia, dan sebagainya.

” BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapasitas Kamar 100 orang, dengan jumlah Penghuni sebanyak 38 orang, Penghuni terkonfirmasi sebanyak 32 orang, Penghuni Suspek ada 6 orang dan Penghuni Pulih sebanyak 434 orang. Sedangkan Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapasitas Kamar sebanyak 47 orang, Jumlah Penghuni saat ini ada 41 orang dimana kesemuanya merupakan pasien terkonfirmasi covid-19.
Sementara penghuni yang pulih hingga saat ini berjumlah 183 orang. Selanjutnya RSUD dr H Marsidi Judono Belitung jumlah pasien sebanyak 6 orang,” terangnya.

BACA JUGA :  Resmikan Gedung Perpustakaan Umum Daerah, Begini Ajakan Bupati Mulkan

Sementara untuk swaisolasi atau19 Isolasi Mandiri (dalam Pemantauan dan Pengawasan) saat ini sebanyak 2 orang dan yang selesai Isolasi Mandiri berjumlah 69 orang.

“Dengan demikian, persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan dengan kemarin mengalami sedikit peningkatan yakni berada di angka 85,13 persen, sementara orang yang meninggal dunia Covid-19 berjumlah 13 (tigabelas) orang, yang berarti tingkat kematian orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di angka 1,30 persen,” ujarnya.

Ditambahkan ABP, bahwa selama vaksin Covid-19 belum dinyatakan siap untuk publik maka kemungkinan dan potensi terpapar Covid-19 akan terus terjadi, dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor (imported case), namun sudah terjadi kasus transmisi lokal (local transmission) yang cukup banyak.

BACA JUGA :  Sekwan Kota Pangkalpinang Lakukan Penandatanganan Kontrak Baru bagi PHL

“Hal ini musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Masyarakat tak boleh lengah, namun jangan pula panik, harus tetap awas, waspada dan peduli,” imbuhnya.

Pandemi ini jelas belum berakhir. Karenanya dia mengajak dan tak bosan-bosannya mengimbau semua pihak, khususnya warga masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bersama-sama menghadapi musibah ini dengan segala ikhtiar yang maksimal.

“Kita tegakkan aturan Protokol Kesehatan dengan sebaik-baiknya. Pastikan bahwa pada setiap kesempatan kita selalu disiplin dalam menerapkan Trilogi Protokol Kesehatan Covid-19 yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan/keramaian, dan mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer (3M),” pungkasnya. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.