Rekam Jejak Berdirinya Negeri Serumpun Sebalai

Lokal
Keterangan Foto : Penulis sebagai Wartawan dan Anggota Presidium (berdasi) bersama Emron Pangkapi dan Johan Murod di Gedung DPR-RI saat Ketuk Palu Berdirinya Babel pada 21 November 2000.

Bangka- Belitung, FKB — Wajah Hudarni Rani dan Emron Pangkapi tampak tegang. Peluh menetes di kening kedua politisi muda itu (siapa sangka akhirnya mereka menjabat sebagai gubernur dan ketua DPRD pertama Babel). Tapi tak hanya keduanya, ketegangan pun tergambar jelas di wajah ratusan massa yang memenuhi ruang sidang rapat paripurna DPR-RI di Senayan Jakarta.

Namun suasana berubah menjadi haru biru dipenuhi pekik “Allah Akbar” dan sujud syukur tatkala Wakil Ketua DPR-RI, Sutardjo Surjoguritno mengetukkan palu sidang. Ketuk palu politisi gaek PDIP itu adalah tanda persetujuan atas berdirinya provinsi baru nun jauh di seberang lautan. Hari bersejarah itu, tercatat terjadi pada 21 November 2000, sebagai titik kulminasi perjuangan panjang masyarakat sejak tahun 1956 untuk mendirikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Sejak 1956 daerah Keresidenan Bangka Belitung telah mulai berjuang untuk menjadi provinsi seperti halnya juga Lampung, Bengkulu, dan Jambi. Pada tahun 1970 perjuangan generasi II dilanjutkan kembali dan presidium perjuangan mengusulkan kepada DPRD Sumsel yang dalam sidang plenonya mengeluarkan Surat Keputusan No. 18/DPRD-GR/Sumsel/1969 tertanggal 11 Maret 1970 tentang Persetujuan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung.

BACA JUGA :  Pemberlakukan Harga Minyak Goreng Rp. 14.000/Lt, Disperindag Babel Temukan 4 Ritel Lokal Belum Patuh

Selanjutnya, presidium mengadakan pertemuan dengan DPR-GR Pusat dan Komisi III DPR-GR. Pada tanggal 20-27 April 1970 DPR-GR mengirimkan tim peninjau yang berkesimpulan bahwa Bangka Belitung layak menjadi provinsi.
Proses terus berjalan hingga dilakukan penyusunan sebuah draft UU Usul inisiatif tentang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung. Dan pada tanggal 4 Juni 1970, draft RUU ini disempurnakan dan diajukan ke DPR-RG atas usulan 24 anggota DPR-GR.

Pada 20 Agustus 1970 RUU Usul Inisiatif dibicarakan pada Badan Musyawarah. Kemudian dilanjutkan pembahasannya dalam sidang paripurna DPR-GR, yang juga dihadiri Presidium Perjuangan Provinsi Babel. Sayangnya, setelah masa ini pembahasan taraf berikutnya tidak pernah diteruskan karena berbagai hal. Antara lain adalah penyelenggaraan Pemilu.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi Undang Siswa Terbaik SMK N 1 Kelapa Ikut Berdiskusi di Ajang Internasional G20

Pada masa reformasi, perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Babel kembali bergelora. Sebagai motor penggerak antara lain adalah tokoh-tokoh pemuda seperti Emron Pangkapi, Dharma Sutomo, Johan Murod, Saviat, Agus Adaw, Hamdan Agunawar, Sahani Saleh, Muchtar H. Motong, Toni Purnama dan lain-lain.

Akhirnya setelah melalui beberapa proses pada 23 Januari 2000, di Wisma DPR-RI di Kopo, Cisarua Bogor dibentuklah Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai dasar pembentukannya antara lain adanya surat rekomendasi DPRD Kota Pangkalpinang Nomor 012/Rek/2000 tanggal 5 Januari 2000 tentang Dukungan dan Usulan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Memorandum DPRD Kota Pangkalpinang Nomor 29 Tahun 1999 tanggal 17 Desember 1999 tentang Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung menjadi Provinsi Bangka Belitung, Memorandum DPRD Kabupaten Bangka Nomor 163 Tahun 1999 tanggal 29 Desember 1999 tentang Perjuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung serta Memorandum DPRD Kabupaten Belitung Nomor 13 Januari 2000 tentang Rencana Pembentukan Provinsi Bangka Belitung.
Sedangkan DPRD Sumatera Selatan sendiri akhirnya memberikan persetujuan melalui Keputusan DPRD Sumatera Selatan Nomor 10 Tahun 2000 tentang Persetujuan Terhadap Aspirasi Masyarakat Bangka Belitung untuk Membentuk Provinsi Bangka Belitung.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Tekankan Tenaga Ahli Tingkatkan Kinerja dan Bantu Fungsi Tugas Kelembagaan 

Menariknya, untuk mempertegas tekad tekad masyarakat, maka pada 23 April 2000 dilakukan Apel Akbar Rakyat Bangka Belitung di Lapangan Merdeka Pangkalpinang (kini Alun-Alun Taman Merdeka atau ATM). Apel Akbar Rakyat juga digelar di Tanjungpandan Belitung pada tanggal 7 Mei 2000.

Setelah melalui proses perjuangan panjang yang penuh sejarah dan melibatkan berbagai komponen masyarakat, maka pada tanggal 21 November 2000, secara resmi DPR-RI menyetujui berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Irwanto/Anggota Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi Kep. Bangka Belitung)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.