Sidang Putusan Dugaan Penghinaan Etnis, Unyil Divonis 7 Bulan Penjara dan JPU Masih Pikir-Pikir

Hukum Lokal

Sungailiat, FKB – Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat, dalam sidang putusan, Selasa (20/10/2020) menjatuhkan putusan kepada terdakwa Fahrudin alias Unyil perkara kasus dugaan penghinaan etnis dengan vonis pidana 7 bulan penjara.

Putusan yang diberikan majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU dari Kejari Bangka yakni 1 tahun 2 bulan.

Dalam sidang yang digelar secara online, Ketua majelis hakim, Arief Kadarmo SH.MH saat membacakan putusannya menyebutkan terdakwa Fahrudin (Unyil) terbukti melanggar pasal 16 junto pasal 4 huruf b angka 2 undang-undang No:42 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Kemudian dari keterangan para saksi yang telah dihadirkan, yaitu saksi Yanto alias Acun, Resi, Agus, Farida, Topan dan saksi ahli bahasa, Prof. Andika Dutha Bachri. SPd. M.Hum.

BACA JUGA :  Koramil 413-09/Pangkalan baru bersama Polsek Namang Pantau Giat Vaksin Anak Usia 6 Sampai 12 Tahun

Dan terdakwa terbukti sebagaimana dengan unsur-unsur dengan sengaja menunjukan kebencian. Atau rasa benci kepada orang lain, berdasarkan diskriminasi, ras etnis dengan berpidato, atau mengungkapkan, melontarkan kata-kata tertentu ditempat umum. Juga tempat lainnya yang dapat didengar orang lain.

“Karena menurut para saksi, ada ungkapan-ungkapan tersebut, yaitu. Hai, kau cina kampang, cina babi, bangsat, anak harimau kita ajak berduel. Berdasarkan hal tersebut majelis hakim memutuskan memvonis terdakwa Fahrudin (Unyil) 7 bulan penjara dan denda Rp.10 juta subsider 1 bulan penjara,” kata ketua majelis hakim Arief Kadarmo.

Mendengar putusan majelis hakim, JPU (Jaksa Penuntut Umum) Frangki, mengatakan masih pikir-pikir dan akan koordinasi dengan atasannya, “Saya berharap, putusan sesuai dengan tuntutan, ” ujar Fengki.

BACA JUGA :  Diduga Terindikasi Korupsi, Jaksa Bidik Asuransi Kecelakaan di PT. Jasa Raharja, Pay: Jika Terbukti, Usut Tuntas

Sementara itu, Budiyono SH selaku kuasa hukum Unyil mengatakan bahwa dirinya pikir-pikir dulu atas putusan majelis hakim terhadap kliennya, 7 bulan.
“Saya akan melakukan diskusi mendalam dulu dengan klien saya,” jelas Budiyono.

Ditambahkan Budiyono, bahwa didalam nota  pembelaan tertulis sebelumnya, pihaknya sudah sampaikan  ke majelis hakim, bahwa kami meminta agar klien kami di bebeskan, dari segala tuntutan yang disampaikan Jaksa penuntut umum.
“Hari ini majelis hakim dengan segala pertimbangan hukumnya telah memutuskan kurungan 7 bulan penjara. Untuk itu kami pikir-pikir dulu dan akan melakukan diskusi mendalam dengan klin saya, ” tegasnya.

(heru sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.