Diduga Mengambil Ribuan Ton Pasir Kwarsa di Wilayah Ijin Konsesi PT SMB, Pulomas Dilaporkan ke Aparat Kepolisian

Hukum Lokal

Pangkalpinang, FKB — Lilitan masalah seputar kegiatan Pengerukan alur dan pengambilan pasir kwarsa oleh PT. Pulomas terus terungkap satu persatu. Diduga mengambil pasir di wilayah ijin konsesi milik PT. Seputih Makmur Bersama (SMB), PT. Pulomas diadukan ke pihak Pol Airud Polda Babel. Informasi yang diterima sejumlah wartawan investigasi menyebutkan, PT. SMB melayangkan surat bernomor 038/LP-SMB/IX/2020 tanggal 21 September 2020 kepada Dir Polairud, yang berisikan pengaduan.

Langkah hukum PT. SMB sendiri diduga terpicu oleh klaim pihak PT. Pulomas pada Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) atas asal usul pasir kwarsa yang diambil di wilayah PT. SMB. Hal ini terlihat dari perihal yang tertulis dalam surat ber-kop perusahaan SMB tersebut, yaitu perihal pelanggaran penerbitan SKAB oleh PT. Pulomas Sentosa dan pelanggaran pemberian izin persetujuan berlayar wilayah kerja KSOP di Sungailiat.

BACA JUGA :  Resmikan Gedung Perpustakaan Umum Daerah, Begini Ajakan Bupati Mulkan

Petikan resume laporan pengaduan yang ditanda tangani langusng oleh Dirut PT. SMB, Alie Cendrawan ini menjelaskan bahwa pihaknya mempermasalahkan SKAB no 122/SKAB/PMS/IX/2020 tanggal 19 September 2020, untuk Kapal Tugboat Buana Supreme yang menarik Tongkang Buana Ocean 24 dan 123/SKAB/PMS/IX/2020 tanggal 21 September 2020 untuk Tugboat Buana Power 05 yang menarik Tongkang Buana Ocean 05. Kedua SKAB yang dipermasalahkan ini disebutkan ditandatangani oleh Acun selaku kepala cabang PT. Pulomas Bangka Belitung.

Pihak PT. SMB menilai bahwa SKAB tersebut tidak selayaknya dirilis oleh PT. Pulomas, karena kenyataannya yang dikuatkan oleh laporan saksi mata, menyebutkan pihak PT. Pulomas mengambil ribuan ton pasir kuarsa tersebut di wilayah ijin kerja milik PT. SMB. Menurut pihak SMB lagi, bahwa terkait aktivitas pengerukan pasir di wilayahnya tersebut sudah disampaikan kepada Yanto alias Acun selaku kepala cabang PT. Pulomas Sentosa.

BACA JUGA :  Pemberlakukan Harga Minyak Goreng Rp. 14.000/Lt, Disperindag Babel Temukan 4 Ritel Lokal Belum Patuh

Tak hanya itu, dalam surat yang juga ditembuskan kepada Kapolda Babel, Gubernur Babel dan KSOP Pangkalbalam tersebut, pihak PT. SMB meminta agar pihak Polairud Polda Babel dapat membantu agar pasir yang diambil oleh PT. Pulomas Sentosa dari wilayah ijin kerja SMB tersebut tidak dibongkar di Marunda Jakarta Utara. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. SMB belum bisa dikonfirmasi banyak. Namun Dirut PT. SMB dalam konfirmasi via whatsapp membenarkan soal adanya surat pengaduan yang dilayangkan ke Polairud tersebut.

“Saya sedang di Jakarta pak, nanti kalau saya pulang saja kita ketemu. Soal surat pengaduan itu, benar. Kita ada kirim tanggal suratnya 21 September 2020,” jelas Alie Cendrawan singkat.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi Undang Siswa Terbaik SMK N 1 Kelapa Ikut Berdiskusi di Ajang Internasional G20

Sementara itu, Yanto alias Acun selaku perwakilan PT Pulomas cabang Bangka Belitung yang dikonfirmasi  wartawan belum bersedia memberikan tanggapannya, beberapa kali dihubungi lewat telepon, meski terdengar nada aktif namun tak juga merespon,. Saat dikirimkan pesan konfirmasi, Acun justru merespon dengan ancaman akan membawa ke jalur hukum.

“Besok kami akan langsung mengambil tindakan hukum terkait pemberitaan tersebut,” tulisnya, Minggu (11/10/20) malam. (red).

Baca : 

Tidak Hanya SIKK yang Jadi Persoalan, SKAB PT. Pulomas Juga Diduga Abal-abal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.