Sejumlah Nelayan Basel Unjuk Rasa di Depan Kantor PT Timah Tuntut Perizinan Ponton Laut Dicabut

Lokal

Pangkalpinang, FKB – Aksi sekelompok nelayan kabupaten Bangka Selatan lakukan aksi di depan kantor PT. Timah menuntut hak mereka untuk segara mencambut perizinan tambang ponton laut yang ada di laut Bangka Selatan karena banyak preman dan mafia yang bermain. Selasa,(6/10)

Aksi demo masyarakat nelayan Bangka selatan ini sesalkan banyaknya uang koordinasi yang dipungut oleh preman-preman yang segaja dipelihara oleh okmun-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan masyarakat dan melakukan intimidasi terhadap warga setempat.

Jony Zuhri selaku ketua nelayan di Basel yang menjadi koordinator aksi demo di kantor timah sangat menyesalkan sikap para preman yang menjadi mafia pertambangan laut di Basel.

“Jangan mengintimidasi masyarakat dengan memanfaatkan para preman sebagai tameng dari pada mafia,”ungkap Jony zuhri.

BACA JUGA :  Sekda Naziarto Akui Tak Tahu Menahu Soal Penggunaan Dana Pinjaman SMI

Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa yang berkerja di lapangan harus membayar uang bendera 5 juta rupiah dan uang koordinasi 7 juta, belum lagi harga dibeli sangat murah hanya 65 ribu dari harga 90 ribu perkilo dan yang memiliki izin masih saja orang yang sama.

“PT tersebut sudah berulangkali membuat resah di masyarakat Bangka Selatan, karena telah memerintahkan preman untuk mengitimidasi masyarakat. Tidak tanggung tanggung, setiap yang akan berkerja di laut tersebut harus bayar uang bendera dan koordinasi,” tandasnya.

Sementara itu Kadir yang juga merupakan salah satu ketua nelayan di Basel mengungkapkan bahwa banyak ditemukan kejanggalan dari penerbitan izin oleh PT. Timah

“Izin seharusnya diketauhi oleh masyarakat dan pemerintah desa, tapi apa yang terjadi,izin yang dikeluar tidak diketauhi oleh kami masyarakat nelayan dan pemerintah Desa kami,” jelasnya.

BACA JUGA :  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang Buka Fun Game Asakkawa Basketball Academy

Dirinya berharap kegiatan tambang ini harus dihentikan agar laut Bangka Selatan tidak rusak yang menurut dia masyarkat baru saja merasakan pemulihan laut dari aktifitas tambang ilegal.

“Kami minta segera stop tambang laut di Bangka selatan jangan sampai kerusakan semakin parah dan sudah terlalu banyak pungli-pungli yang merugikan negara dan hanya preman dan mafia yang menikmati hasilnya,” pungkasnya.(yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.