Jumli sebut Pemberian Edukasi dan Pengenaan Sanksi Sosial Perlu Digiatkan untuk Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19

Lokal

Pangakalpinang, FKB – Pemberian edukasi dan pengenaan sanksi sosial berupa kerja sosial perlu digiatkan bagi masyarakat di Bangka Belitung terkait dengan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengamat publik Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin mengatakan barangkali pengenaan sanksi denda berupa pembayaran sejumlah uang masih dirasa berat bagi sebagian masyarakat mengingat di tengah kesulitan ekonomi dampak covid itu sendiri.

“Tidak semua masyarakat mampu untuk membayar uang denda terlebih bagi masyarakat yang secara ekonomi kurang mampu, apalagi ditambah terdampak covid,” tandasnya, Senin (5/10/20).

Ia juga menjelaskan, sebab itu dalam penyusunan peraturan dari Kepala Daerah terkait covid-19 seyogyanya dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal. Selain itu perlunya melibatkan kalangan masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan lainnya.

BACA JUGA :  JMSI Babel Terima Piagam Dedikasi Pada Rakorsus Pengurus Pusat

“Dalam penyusunan peraturan tersebut sehingga dapat mengetahui dan menyesuaikan dengan kondisi dilapangan yang mengetahui kondisi yang sebenarnya di kalangan masyarakat,” jelas Jumli yang juga menjabat Ketua Sadar keamanan dan ketertiban masyarakat Resor Pangkalpinang

Selanjutnya Jumli menyenbutkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan memang memerlukan kegigihan agar semakin hari semakin meningkat.

“Bagi masyarakat yang masih belum mematuhi protokol kesehatan hendaknya mulailah memiliki kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan demi mengoptimalkan pencegahan penyebaran covid baik pada diri sendiri maupun pada orang lain,”pungkasnya.(rom/yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.