Bupati dan Kepala Bappeda Bangka Menjadi Narsum “Knowledge Sharing” Praktek Cerdas Pembangunan Daerah Terbaik Indonesia Tahun 2020 

Lokal

Bangka, FKB — Pemkab Bangka kembali menunjukkan determinasinya dalam kancah persaingan nasional. Kontribusi ini semakin memperkuat citra Kabupaten Bangka yang semakin setaraf dan setara dengan pemerintah daerah kabupaten/kota berprestasi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan ditunjuknya Pemkab Bangka sebagai narasumber dalam “KNOWLEDGE SHARING” PRAKTIK-PRAKTIK CERDAS PEMBANGUNAN DAERAH TERBAIK INDONESIA TAHUN 2020 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 23 September 2020.

Kegiatan knowledge sharing ini diinisiasi oleh Deputi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Bappenas yang memang concern terhadap pemerintah daerah yang dianggap berprestasi dalam penyusunan dokumen perencanaan, pencapaian dan inovasi pembangunan daerah dalam bentuk Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). Pada bulan April 2020 yang lalu, bertepatan dengan Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Bappenas menetapkan Kabupaten Bangka sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia selain Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Poso. Knowledge sharing yang diselenggarakan secara virtual melalui Youtube dan Zoom ini diikuti oleh sekitar 1000 partisipan yang berasal dari seluruh Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Stakeholders pembangunan di Indonesia.

BACA JUGA :  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang Buka Fun Game Asakkawa Basketball Academy

Kepala Bappeda, Pan Budi Marwoto menambahkan, keikutsertaan Kabupaten Bangka sebagai narasumber ini tidak terlepas dari capaian pembangunan daerah dalam 2 tahun terakhir, yang melampaui target yang sudah ditentukan dan juga melampaui capaian nasional dan provinsi. Capaian tersebut terutama dari indikator utama pembangunan yaitu; tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, pendapatan per kapita, nilai tukar petani, gini rasio, indeks pembangunan manusia, indeks pelayanan publik, indeks akuntabilitas kinerja dan pengelolaan keuangan daerah. Keseluruhan capaian pembangunan tersebut seluruhnya dihasilkan dari proses perencanaan yang matang dan terukur. Kesemua capaian tersebut, ditambah dengan keberhasilan Inovasi menjadikan lahan eks tambang menjadi sawah dan lahan pertanian hortikutura (Abang Timah untuk Bu Disa) menempatkan Pemkab Bangka sebagai pemenang Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Indonesia Tahun 2020.

BACA JUGA :  Produk Olahan UMKM Babel Getas Tani, Ekspor 1 Ton Ke Negara Singapura

Deputi Deputi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Bappenas, Dr. Taufik Hanafi, MUP dalam sambutannya berharap bahwa seluruh kabupaten/kota yang mengikuti kegiatan ini dapat mengambil pembelajaran dan mamfaat untuk dapat dijadikan referensi ataupun alternatif solusi untuk permasalahan – permasalahan pembangunan daerah yang sering dihadapi daerah. “Kami akan mendokumentasikan success story atau lesson learned 3 kabupaten terbaik ini dalam bentuk buku sebagai pedoman pembangunan bagi daerah lainnya” ungkapnya.

Bupati Bangka, Mulkan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bappeda yang telah memprakarsai keberhasilan meraih Penghargaan Pembangunan Daerah 2020 sekaligus menghantarkan menjadi narasumber dalam acara knowledge sharing. “Terima kasih kepada Bappenas yang terus melakukan pembinaan terhadap kualitas pembangunan kabupaten/kota. Kegiatan knowledge sharing saya harapkan mampu mempercepat akselerasi pembangunan daerah secara inklusif di seluruh wilayah tanah air” ujarnya pada saat memberikan sambutan.

BACA JUGA :  Begini Hak Jawab Kuasa Hukum YM Terkait Pemberitaan Dugaan Jual Beli Kawasan Hutan Sebagin

Bupati Bangka, Mulkan juga mengatakan bahwa hasil penilaian PPD Kabupaten Bangka tahun 2020, dari 24 kriteria penilaian, hampir 95,83 persen atau 23 kriteria penilaian menunjukkan kinerja yang diatas rata-rata nilai kabupaten lainnya. diantaranya justru mencapai nilai maksimal atau mencapai 20,83 persen yakni 1) tingkat pengangguran atau jumlah pengangguran (10 poin); 2) indeks pembangunan manusia (8 poin); 3) ketimpangan pendapatan (10 poin); 4) dukungan prioritas daerah terhadap kegiatan prioritas pada prioritas nasional infrastruktur dan pemerataan wilayah (7 poin); dan 5) kelengkapan dokumen inovasi daerah (10 poin). Akumulasi penilaian ini menunjukkan Pemkab Bangka telah memberikan bukti dan komitmen kuat dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang bermutu serta pencapaian target yang rasionalistik. (rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.