Petisi Penolakan Sebagian Nelayan ke PT. SMB Yang Akan Melakukan Penambangan Pasir Dimuara Air Kantung

Lokal
Sungailiat, FKB — Buntut panjang, akan dilakukan penambangan pasir laut di lingkungan muara Air Kantung, oleh PT. Seputih Makmur Bersama (SMB) membuat sebagian nelayan gerah, menolak dan membuat petisi.

Para nelayan Rabu (23/09/2020) berkumpul di muara Air Kantung dan menandatangani petisi penolakan di spanduk yang dipasang di pagar. Dalam spanduk tertulis ‘Petisi Tolak Penambangan Pasir Di Perairan Air Kantung Oleh PT. Seputih Makmur Bersama’.

Dasar penolakan, karena di khawatirkan rencana penambangan pasir dampaknya sangat tidak baik untuk wilayah tangkap nelayan,

“Apalagi perusahaan yang bakal melakukan kegiatan, tidak ada sosialisasi dengan para nelayan. Kita tetap menolak apapun yang terjadi, ” jelas Udin warga nelayan 1 mewakili teman-teman nelayan.

BACA JUGA :  Koramil 413-09/Pangkalan baru bersama Polsek Namang Pantau Giat Vaksin Anak Usia 6 Sampai 12 Tahun

Ditambahkan Udin, didampingi Ratno Daeng, bahwa pada dasarnya kita menolak. Disisi lain penambangan yang akan dilakukan oleh perusahaan, itu diluar muara dan bukan didalam muara yang dangkal. Kemudian pasir setelah dikeruk mau dilarikan kemana?,

“Kita sudah sepakat, kalau perusahaan PT SMB, tetap melakukan aktivitas pengerukan pasir. Tentunya kita tetap menolak, ” tegas Udin dan didukung puluhan nelayan yang hadir di Air Kantung.

Sementara beberapa hari sebelumnya, saat ada paparan dari PT SMB dengan nelayan, terkait akan penambangan pasir yang akan dilakukan, beberapa nelayan tegas-tegas menolak.

Dan perwakilan PT. SMB, Deni Wijaya waktu itu menjelaskan bahwa persoalan warga nelayan yang menolak, tidak menjadi persoalan. Sebab pihak perusahaan sifatnya menampung yang dimaui warga nelayan yang menolak. Dan hal itu bagus, kita tetap akan jalan,

BACA JUGA :  Sekwan Kota Pangkalpinang Lakukan Penandatanganan Kontrak Baru bagi PHL

“Warga masyarakat nelayan yang menolak, karena belum mengerti dengan kerja PT. SMB. Kalau kegiatan sudah jalan pasti masyarakat mengerti, “jelas Deni Wijaya. (heru sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.