Perkuat Perumusan Raperda, DPRD Babel Konsultasi ke Pemprov Sumsel

Lokal

Sumsel, FKB – Tim pansus DPRD Babel yang dipimpin oleh wakil DPRD Babel, Amri Cahyadi melaksanakan konsultasi ke Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka mendapatkan informasi serta masukan sebagai bahan pembahasan Rancangan Raperda, Kamis (17/09/2020).

Kedatangan Wakil ketua DPRD Babel beserta tim Pansus disambut langsung dan diterima oleh Plt kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Antoni Alam yang didampingi Sri Yanuarti Kepala UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih TPH.

“Kedatangan Pansus DPRD Babel untuk mempelajari retribusi jasa usaha dan pendapatan lain-lain daerah yang sah. salah satu item pointnya yaitu tentang objek yg ada di pertanian”, jelas wakil ketua DPRD Amri Cahyadi.

BACA JUGA :  Sekda Naziarto Akui Tak Tahu Menahu Soal Penggunaan Dana Pinjaman SMI

Dikatakan Amri, bahwa materi yang telah didapatkan, nanti akan dirumuskan untuk sebagai bahan masukan dan dipelajari bersama, sehingga rumusan perda tersebut nantinya baik secara format hukum maupun manfaatnya benar-benar dapat dirasakan bagi masyarakat babel,” jelasnya.

“Terima kasih, selaku pimpinan DPRD saya sangat mengapresiasi pertemuan ini, jika ada hal-hal yang kurang berkenan kami mohon maaf”, ujarnya.

Sementara itu ketua Pansus, Agung Setiawan mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan pansus DPRD babel yakni guna mendapatkan informasi, masukan dan saran dalam merumuskan raperda retribusi jasa usaha dan pendapatan daerah di sektor pertanian.

“Sumatera Selatan memiliki kemiripan dengan Babel khususnya di sektor pertanian dan perkebunan, jadi kami ingin berdiskusi tentang retribusi jasa usaha ini,” katanya.

BACA JUGA :  Tahun 2022, Babel Peroleh Dana Desa Sebesar 274,4 Miliar

Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Antoni Alam menjelaskan, untuk retribusi ada dua uptd teknis yang ada kontribusi sebagai retribusi, pertama yakni produksi benih baik itu benih pangan maupun holtikultura, kedua UPTD yang menangani pusat pelatihan SDM yang terdapat fasilitas seperti mess, ruang pertemuan dan ruang belajar.

Tak hanya itu, dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura sumsel, juga memiliki laboratorium Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Sumsel, sehingga benih dari luar ada kewajiban untuk dianalisa di laboratorium tersebut sehingga ada kontribusi untuk PAD, tuturnya.

“Untuk kontribusinya yang lancar seperti dari tanaman pangan, sedangkan kalau perkebunan rata” Benih yang digunakan oleh perkebunan swasta dan masyarakat kebanyakan didatangkan dari Sumatera Utara, seperti benih sawit, karet dari sana,” ujarnya.

BACA JUGA :  Produk Olahan UMKM Babel Getas Tani, Ekspor 1 Ton Ke Negara Singapura

Panitia Khusus Rancangan peraturan daerah tentang perubahan Peraturan Daerah (Perda) no 4 tahun 2018 tentang retribusi jasa usaha dan Raperda tentang lain-lain tentang pendapatan asli daerah yang sah, yang diketuai oleh Agung Setiawan beserta anggota yang terdiri dari, Rustamsyah, Ranto Sendhu, Dodi Kusdian, Fitra Wijaya, Hellyana, Heryawandi, Yusderahman, Junaidi Rachman, Eka Budiartha.(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.