Soal Tudingan Gratifikasi dengan Penyelenggara Pemilu, Arb Bergeming

Lokal

PANGKALPINANG, FKB – Arb, salah satu nama yang disebut-sebut diduga melakukan praktik gratifikasi kepada penyelenggara pemilu 2019 lalu, tak memberikan respon. Politisi Partai Demokrat ini bergeming kendati dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan. Anggota DPRD Babel yang akrab di sapa YB ini tak merespon apapun.

Arb alias YB dalam sebuah laporan pengaduan tertulis di Kejati Babel, disebut-sebut melakukan gratifikasi sebagai kompensasi beberapa masalah persyaratan mengikuti kontestasi Pemilu Legislatif. Dijelaskan dalam surat yang ditandatangani di atas materai tersebut, bahwa diduga ijazah paket B dan Paket C arb bermasalah atau cacat hukum. Tak hanya itu, SKCK dari kepolisian dan surat keterangan dari pengadilan juga ditenggarai cacat hukum. Termasuk tidak adanya nama Arb dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Provinsi Babel 2019, cebagai calon legislatif.

BACA JUGA :  Diduga Terindikasi Korupsi, Jaksa Bidik Asuransi Kecelakaan di PT. Jasa Raharja, Pay: Jika Terbukti, Usut Tuntas

Meski kebenaran adanya laporan tersebut sudah dikonfirmasi kepada kasi Penkum Kejati Babel, namun Arb bergeming tak berkomentar. Sebelumnya seseorang yang dirahasiakan namanya menyampaikan laporan pengaduan tertulis ke Kejati Babel. Surat tertanggal 9 September 2020 tersebut menuliskan kronologis singkat praktek gratifikasi yang melibatkan nama petinggi Parpol di Babel, termasuk Arb dan oknum penyelenggara Pemilu 2019 lalu. Beberapa nama disebutkan dalam lampiran yang bertuliskan dengan tangan di antaranya Zty yang kini menjadi anggota DPR RI, Ewi yang menjadi anggota DPR Ri 2014-2019 dan Arb anggota DPRD Babel sebagai pemberi gratifikasi. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.