Terseret Kasus Dugaan Korupsi, Satu Orang Pejabat PT Timah Jadi Tersangka, Akankah Ada Penambahan Tersangka?

Hukum Lokal
Eddy Ermawan

Pangkalpinang, FKB — Penangan kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak, red) yang merugikan keuangan PT Timah hingga ratusan millyar rupiah mulai memasuki babak baru.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangja Belitung (Babel), Rabu (22/7/20) resmi menetapkan 3 (tiga) orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian biji timah berkadar rendah (Terak, red) di Unit Gudang Batu Rusa dan Unit Gudang Tanjung Gunung tahun 2018 hingga tahun 2019.

Ke tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka satu orang yakni AS dari PT Timah sedangkan yang dua orang dari swasta (perusahaan pemasok barang, red) yakni Ag dan T.

“Satu orang dari internal PT Timah Tbk berinisial AS jabatannya sebagai Kepala Unit resmi ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan dua orang tersangka lainnya Ag dan T dari swasta. Kedepannya dalam pengembangan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” ungkap Aspidsus Kejati Babel, Eddy Ermawan dalam konfrensi persnya diruang media kantor Kejati Babel, Rabu (22/7).

Menurutnya, penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian biji timah berkadar rendah (Terak) ini dilakukan setelah penydidik menemukan adanya dua alat bukti yang cukup.

“Tentunya dilakukan penetapan tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup dan untuk tersangka AS dengan tupoksinya yang sudah jelas namun sudah melampaui batas kewenangan yang ada tidak sesuai dengan SOP,” ucap Eddy Ermawan.

Lantas akankah para tersangka segera dilakukan penahanan? Dikatakan Eddy, saat ini para tersangka belum dilakukan penahanan dikarenakan baru ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk saat ini belum dilakukan penahanan karena baru ditetapkan sebagai tersangka,” kata Eddy sembari menambahkan untuk kerugian keuangan negara yang ditimbulkan sedang dalam proses Audit BPKP.

Akankah ada tersangka lainnya? Eddy mengatakan jiks penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap para tersangka dan kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak).

” Kita lakukan pengembangan kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” kata Eddy Ermawan.

Menurutnya, penyidik akan melakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka.

”Dilakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka,” pungkasnya.

Terungkapnya kasus dugaan korupsi ditubuh PT Timah Tbk ini, bermula saat penyidik pidsus Kejati Babel menemukan adanya praktek penyimpangan yang tidak sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) dalam pembelian biji timah berkadar rendah (Terak) sehingga merugikan
keuangan negara yang ditaksir hingga mencapai ratusan milliar rupiah. (rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.