Tambang Timah di Tepus Diduga Garap Kawasan Hutan

Lokal
Lahan yang diduga masuk dalam Kawasan Hutan di Dusun Kelidang, Desa Tepus, kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Foto: Rabel/Net

Air Gegas, FKB – Lahan yang diduga masuk dalam Kawasan Hutan di Dusun Kelidang, Desa Tepus, kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) saat ini kondisinya kian memprihatinkan, akibat maraknya aktifitas tambang ilegal.

Maski kawasan hutan ini tak begitu jauh dari lingkungan pemukiman warga setempat. Namun aktifitas penambangan di kawasan hutan tersebut seakan tak terbendung. Bahkan terdapat 2 unit alat berat eksavator (PC) sedang beraktifitas menggali tanah tanpa ada hambatan.

“Kalau wilayah ini memang banyak pemain timahnya bang, kalau yang besar-besar nampung timahnya misalnya Bom-bom, Kelik dan Tam,” kata salah satu warga seperti dikutip di media radarbabel.com

Dalam pemberitaan di media radarbabel.com, disebutkan bahwa warga tersebut mengaku jika pengusaha yang memiliki PC sekaligus pengusaha timah itu tak lain pengusaha asal desa setempat. Oknum pengusaha berinisial BB tersebut juga penampung timah di sana.

“Kalau yang punya PC itu si BB, ia juga yang paling sering nampung timah dari kampung sini. Tapi banyak juga calon pembeli timah dari berbagai daerah di Pulau Bangka, terutama dari Pangkalpinang,” katanya.

Mereka, kata dia memang sengaja datang ke Desa Tepus untuk membeli timah. Selain itu, di wilayah itu terdapat stasiun pengepul timah. Namun yang perlu dipertanyakan, pola penambangan yang sudah dilakukan.

Pasalnya, faktor keselamatan pekerja juga dinilai tidak perhatikan mengingat banyak laka tambang yang terjadi di lokasi tambang ilegal itu.

“Kalau kami cuma jual batako cetak aja pak, enggak tahu soal siapa yang nambang di belakang,” ucap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memiliki rumah persis di atas area penambangan diduga ilegal itu.

Terkait lokasi tambang tersebut, Kepala DPKPLH Basel Gatot Wibowo justru menyarankan awak media untuk mengkonfirmasi ke ESDM Babel apakah lokasi tambang itu berada di WPR atau bukan.

“Waktu masih di distamben Pemkab Basel dulu belum pernah mengajukan lokasi dimaksud sebagai usulan WPR. Untuk izin lingkungan atau amdal, sampai sekarang belum ada yang menyampaikan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, FKB masih dalam upaya konfirmasi ke pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kep. Babel guna memastikan status lahan yang digarap penambang tersebut. (Rabel/Rom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.