Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit Ini Izinnya atas nama PT FAL, Namun Bendera, Seragam dan DO serta SK nya Atas Nama PT BSS

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat-Ijin usaha perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit yang saat ini beroperasi di Dusun Cungfo Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam diduga masih memakai ijin PT Fenyen Agro Lestari (PT. FAL).

Hal ini diketahui saat Forumkeadilanbabel.com melakukan wawancara dengan Kadis Pangan dan  Pertanian Kab. Bangka melalui Kabid Perkebunan, Subhan, Sp di kantornya.

“Sampai saat ini ijin usaha perkebunan (IUP) PT FAL terintegrasi dengan pabrik. Sesuai dengan ijin yang dikeluarkan tahun 2017 oleh dinas terkait adalah PT FAL (Fenyen Agro Lestari) dengan luasan kebun tiga ribuan hektar lebih dengan kapasitas 30 ton perjam,” ungkap Subhan, Rabu (15/7/20).

Kabid Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Bangka, Subhan Sp.

Subhan mengatakan jika ada PT lain di dalam PT FAL, maka perlu pembuktian.

“Ya kalau secara legalnya yang kita akui hanya PT PAL. Kita tidak mengakui adanya PT lain di dalam operasional kebun maupun pabrik, kalau ada PT lain selain PT PAL dasarnya apa?” tanyanya.

Subhan menegaskan jika memang ada revisi perizinan maka harus melalui kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Kalaupun ada perubahan harus ada bukti salinan perubahan serta Akta Notarisnya bahwa nama tersebut sudah berubah agar ada data bestnya. Kalau PT FAL ya PT FAL, kalau PT BSS ya PT BSS. Kalau ada dua-duanya ya dua-duanya harus jelas, serta Akte Notaris bahwa adanya perubahan nama perusahaan lain, namun laporan yang kita terima awal Januari 2020 baik laporan perkebunan maupun laporan produksi secara legal tetap PT FAL,” tandas Subhan.

Lantas bagaimana jika ada PT lain selain PT FAL yang beroperasi di lokasi perkebunan tersebut?
Dikatakannya, jika ditemukan di lapangan ada perusahaan di luar PT FAL maka bisa dikatakan ilegal.

“Kalau nantinya di lapangan di temukan seperti itu, di dalam atas nama kebun dan pabrik demikian ya bisa dikatakan seperti itu (ilegal),” tegas Subhan.

Lantas adakah sanksi yang akan diberikan?

“Untuk saat ini kita belum cek lagi ke lapangan dan baru mengetahui dari rekan media. Kalau di lapangannya di temukan demikian dan sesuai perintah kepala dinas untuk turun ke lapangan ya kita akan turun dan jika hasilnya kita temukan demikian ya kita sampaikan kepada atasan. Tergantung atasan sanksinya seperti apa,”  kata Subhan.

Saat disinggung kembali jika permasalahan tersebut kabarnya sudah di sampaikan ke pihak Dirjenbun di Jakarta. Diakuinya jika
hal tersebut sudah disampaikan kepada pihak PT FAL.

“Hasil dari Dirjen Perkebunan yang ada di Jakarta. Kita selaku Dinas terkait sudah memberi arahan dan juga teguran baik secara lisan maupun secara tertulis kepada PT FAL dan juga sudah turun ke lapangan pada waktu itu (2019),” katanya.

Delivery Order (DO) atas nama PT BSS

Saat ditunjukkan poto bukti lembaran nota DO berwana merah bertuliskan  timbangan PT BSS dan costomer servis FAL, Subhan sontak tercengang.

“Lah kok nota DO nya PT BSS. Setahu kita ijin legalitasnya PT FAL,” kagetnya.

Di tempat terpisah Kabid Perizinan dinas PTSP Kabupaten Bangka, Heri Susanto kepada media ini mengakui jika sampai saat ini perkebunan dan pabrik di Dusun Cungfo Desa Bukiy Layang itu perijinannya masih atas nama PT FAL.

“Sampai saat ini masih PT FAL,” tandas Heri Susanto, Rabu (15/7/20.

Sementara itu, dari sumber di lapangan menyebutkan bahwa pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada di Dusun Cungfo Desa Bukit Layang itu menggunakan nama PT Bangka Sukses Sejahtera (PT BSS).

“Pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada saat ini namanya PT BSS,  bukan PT FAL, mulai dari DO, baju seragam, bendera dan juga SK karyawan atas nama PT BSS. Kami hanya tahu PT BSS,” kata si sumber.

Dikatakan sumber dulunya seragam PT BSS sempat berganti. Namun saat ini kembali menggunakan seragam PT BSS.

“Dulunya pemakaian baju seragam PT BSS sempat diganti dan tidak memakai seragam tersebut. Tidak tahu kenapa dan baru-baru ini di pakai kembali baju seragam PT BSS dan bendera juga kembali dipasang atas nama PT BSS, kami tidak tahu kenapa,” tanya si sumber sembari mewanti wanti agar namanya tidak di sebutkan.

Johny Widoyotomo selaku perwakilan PT BSS saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/07/20) terkait permasalahan tersebut belum bersedia memberikan penjelasan.

“Mohon maaf saya lagi rapat untuk pembuatan HGU. Kita ketemuan saja. Kalau di jelaskan lewat telepon nanti salah persepsi dan juga tidak enak karena saya lagi rapat, namun untuk hari Kamis juga kayaknya belum bisa karena lagi sibuk. Nanti hari Jum’at saja itupun waktunya belum pasti jadi mohon maaf ya,” kata Joni seraya menutup ponselnya.

Mungkinkah yang disampaikan sumber FKB tersebut layak dipercaya? Mengingat Slip Nota DO yang tertera nama timbangan PT BSS, nama Costumer FAL, nama barang EB, lantas pertanyaannya, PT BSS ini milik siapa?(bustami)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.