Biaya Beban Jasa Pihak Ketiga Yang Dinilai Penyebab Kerugian, PT Timah Justru Sebut sebagai Kompensasi

Lokal

PANGKALPINANG-Direktur keuangan PT. Timah Tbk, Wibisono mengatakan bahwa PT. Timah mengeluarkan biaya besar dalam proses pembelian, pengangkutan dan pengarungan bijih timah sebagai bentuk kompensasi. Pria kelahiran Blitar yang akrab disapa Soni ini menampik jika dana alokasi untuk jasa pihak ketiga tersebut merupakan pembelian. Menurutnya pengenaan diksi atau kata kompensasi tersebut mengacu dari aturan ayang ada. Sementara status pembelian sendiri merupakan larangan bagi mereka.

Hal ini disampaikannya saat menjawab pertanyaan wartawan dalam acara diskusi bersama jurnalis di Tins Gallery Pangkalpinang Rabu (15/7/20) malam. Meski mengakui terkait kegiatan pengarungan dan pengangkutan tersebut menimbulkan biaya besar, namun menurut Wibisono itu semua masih dalam aturan yang memiliki dasar acuan hukum.

“Jadi, apa-apa kalimat atau pun narasi narasi yang kita pakai diambil dari Peraturan Menteri ESDM dan sudah sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wibisono.

Dikatakan Wibisono, istilah-istilah ini dipakai bertujuan agar tidak menyalahi aturan perundang-undangan meskipun pada kenyataanya upah jasa pihak ketiga itu memakai biaya yang tinggi.

“Memang secara substansi hal ini berbeda. Namun ini sudah kita sondingkan ke Kementerian ESDM agar ke depannya tidak tersangkut ke masalah hukum,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, PT. Timah disebut-sebut merugi hingga ratusan miliyar rupiah. Kerugian ini sendiri diduga dipicu oleh pola kemitraan dengan 5 smelter swasta tersebut. Kemitraan ini lah yang diduga menyebabkan double cost karena perusahaan pelat merah ini harus mengeluarkan dana pembelian dan pengangkutan, serta pengarungan selain sewa alat peleburan yang memang tertuang dalam kontrak kerjasama antara PT Timah dan mitranya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.