Bekas Lahan Tambang di Bangka, Dijadikan Lahan Pertanian Tangguh

Lokal
Bupati Bangka, Mulkan. SH. MH
Sungailiat. FKB — Inovasi pemanfaatan bekas lahan tambang yang ada di daerah ini. Akan dijadikan lahan pertanian tangguh dan sudah berjalan sejak 8 tahun silam. Sehingga daerah ini menjadi daerah swasembada pangan.
Hal itu dijelaskan Bupati Bangka, Mulkan. SH. MH, pada dialog dengan sejumlah wartawan, kemaren di Rumah Dinas bupati Bangka.

Menurut Mulkan, hingga saat ini lewat budidaya padi sawah di wilayah Matras dengan luas lahan seluas 8 Ha. Ini salah satu contoh bahwa bekas tambang yang ada di daerah ini, ternyata bisa dimanfaatkan untuk diproduktifkan kembali menjadi lahan pertanian, “Kalau lahan kritis yang ada didaerah ini, seluas 500 ha dan akan dimanfaatkan lewat budidaya tanaman lainnya, seperti buah buahan serta sayur-sayuran. Pemerintah  Kabupaten Bangka bertekad menjadikan pertanian tangguh, lewat pemanfaatan lahan bekas tambang yang ada di daerah ini, “ujarnya.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Bangka ini, dengan keberhasilan  pemanfaatan lahan bekas tambang ini. Maka inovasi yang dijalankan, masuk kedalam top Sinovik 45. Tentunya dengan harapan inovasi dengan nama Abang Timah untuk Bu Disa (Budidaya Padi Sawah), dapat menjadikan wilayah ini menjadi daerah pertanian tangguh, “tutur Bupati Bangka Mulkan.

Untuk itu bupati Bangka berharap,  dukungan dari semua kalangan sehingga daerah ini menjadi daerah swasembada pangan. Sebab kita tidak bisa lagi  ketergantungan  pasokan dari luar. Apalagi dengan kondisi kita yang kurang aman dan kurang nyaman dengan penyebaran covid-19 ini. Sehingga kita harus banyak berkreasi dan berkarya lewat pemanfaatan lahan bekas tambang.
“Saya optimis jika daerah ini, mampu mengelola sejumlah lahan bekas tambang, yang dianggap kritis akan menjadi lahan yang produktif. Tentunya  lewat budidaya padi sawah hingga tanaman lainnya, ” tandas Mulkan. (heru sudrajat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.