Pasang Plang di lokasi IPAL, Pemerintah Beri Ruang Tambak Udang PT Hoki ASJ di Desa Rambat Untuk Urus Izin

Lokal
Ket gbr: Dinas LH didampingi Gakkum LH Babel memasang plang dilokasi tambak udang milik PT Hoki ASJ di Desa Rambat Kecamatan Simpangteritip. (Rudy).

Forumkeadilanbabel.com, MUNTOK, — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) memberikan ruang kepada PT Hoki Alam Semesta Jaya (PT Hoki ASJ) untuk menyelesaikan izin termasuk izin lingkungan terkait aktifitas tambak udang perusahaan ini yang berlokasi di Desa Rambat Kecamatan Simpangteritip Kabupaten Bangka Barat.

Kesempatan itu diberikan usai pemasangan plang di lokasi rencana pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) tambak udang ini di Desa Rambat Kecamatan Simpangteritip milik perusahaan tersebut yang saat ini berangsur-angsur masih dalam pembangunan konstruksi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Eko Kurniawan usai menyaksikan pemasangan plang “peringatan” tersebut di lokasi tambak udang, Senin, (6/7/2020), saat dikonfirmasi forumkeadilanbabel.com, mengatakan, pemasangan plang ini oleh pihaknya bertujuan untuk memastikan bahwa tambak udang ini telah menenuhi aturan yang sudah ditetapkan. “Pemerintah memberikan ruang untuk menyelesaikan izinnya. Selesaikan izinnya baru beroperasi,” ujar Eko dalam kesempatan sidak bersama pejabat terkait.

Sidak ke lokasi tambak udang PT Hoki berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah pejabat terkait mulai Kepala Dinas LH provinsi Babel didampingi Gakkum LH, Disnaker Provinsi Babel, Kasat Pol PP Babel, Sekda Babar, Kadis LH Babar, Kepala Dinas PTSP Babar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Ketua Aliansi Petani Tambak Indonesia (Aptin) Hidayat Arsani yang diwakili Sekjen Winda serta perwakilan PT Hoki diwakili oleh Manager Teknik Yohanis serta Humas Surya Jaya, SH, MH terlibat rapat kecil membahas persoalan terkait aktifitas tambak ini yang sebelumnya sempat berbuntut keributan. Rapat sayangnya tidak dihadiri oleh Kades Rambat Ali Imron.

Usai rapat rombongan kemudian meninjau lokasi termasuk area rencana pembangunan IPAL tambak ini. Para rombongan pejabat mendapat pengawalan ketat dari anggota Pol PP Babel serta anggota Pol PP Babar termasuk anggota Polres Babar serta Polsek Simpangteritip.

Eko menjelaskan, terkait beroperasinya kegiatan tambak udang pertama harus memiliki izin lingkungan. Selanjutnya adalah pengelolaan IPAL yang baik. Sehingga menurutnya limbah tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan tanpa proses IPAL.

“Kalau kita lihat sekarang ini-kan (tambak udang PT Hoki, red) sedang dalam proses konstruksi IPAL ini. Intinya sehingga dia ketika dibuang ke lingkungan dia sudah memenuhi baku mutu. Kalau buangnya ke laut dia izinnya dari kementrian lingkungan hidup, kalau limbahnya ke sungai dia izinnya dari kabupaten setempat,”terang Eko.

Sebelumnya, Sekda Bangka Barat, Hartono saat membuka rapat di ruang PT Hoki mengatakan kewenangan Bangka Barat hanya sebatas tata ruang terkait izin yang diberikan untuk aktifitas tambak udang PT Hoki di Desa Rambat. Karna itu ia berharap perusahaan jangan berlarut-larut menyelesaikan izin-izin yang lain sehingga kedepan semua bisa merasa nyaman.

Sementara itu, terkait sidak sejumlah pejabat ini di lokasi tambak, Direktur PT Hoki ASJ yang juga owner perusahaan ini, Andi dalam sambungan seluler langsung dengan forumkeadilanbabel.com, mengatakan, perusahaan tambak udang di Desa Rambat yang dipimpinnya pada dasarnya sudah melaksanakan aturan sesuai prosedur. Semula aktifitas perusahaan menurutnya berjalan baik.

“Cuma orang kalau mau ributin kita susah dong Pak. Pada prinsipnya negara kita ini negara hukum. Sebagai perusahaan kita tidak pernah merugikan masyarakat,” ujar Andi yang masih di Jakarta.

Menurut Andi perusahaannya dalam andilnya memberikan telah konstribusi untuk daerah. Sebagai contoh menurutnya banyak pekerja yang berasal dari masyarakat Rambat dan sekitar yang bekerja di perusahaan tambak udang yang ia pimpin sehingga meningkatkan pendapatan.

“Masalah bisa ribut dengan warga kemarin kan bukan kita yang bikin. Tapi warga sendiri yang bikin,” tutup Andi. (Rudy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.