Kuasa Hukum PT BAA, Arifin Josua Menolak Keberadaan Zaidan. Ini Kata Zaidan

Hukum Lokal
Suasana sidang Class action, sebagian warga kenanga menggugat PT. BAA. 
Sungailiat. FKB — Sidang lanjutan class action gugatan sebagian warga Kenanga ke PT. BAA (Bangka Asindo Agri), terkait bau busuk limbah pengolahan ubi PT. BAA, ditunda. Pasalnya jawaban, bantahan dari pihak penggugat belum sempurna dan harus dikoreksi kembali. Disamping itu kuasa hukum PT. BAA, menolak keberadaan Zaidan sebagai kuasa hukum warga.

Sidang yang diketuai majelis hakim, Fatimah.SH.MH, Senin (06/07/2020) ditunda dan dilanjutkan minggu depan.
Usai sidang, kuasa hukum PT. BAA, Arifin Josua Sitorus mengatakan menolak keberadaan Zaidan di persidangan. Kita keberatan terkait jabatan beliau (Zaidan) yang juga merangkap staf kusus gubernur Babel. Sebab bertentangan dengan undang-undang advokat. Bertentangan dengan kode etik advokat, dan juga bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Kemudian juga bertentangan dengan undang-undang, tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, adil, bebas dari korupsi,
“Kita sudah sampaikan ke majelis hakim dan kita menolak, Zaidan untuk sidang berikutnya dalam persidangan, demi ketertiban persidangan, ” jelas Arifin Josua.

Sementara kuasa hukum warga Kenanga, Zaidan ketika dihubungi lewat ponselnya menjawab, bahwa masalah kurangnya kelengkapan berkas untuk menjawab dari pihak tergugat, akan dilengkapi dan itu tidak menjadi masalah,
” Kalau mereka kuasa hukum PT. BAA menolak keberadaannya sebagai kuasa hukum warga, silahkan saja. Tapi yang menentukan majelis hakim. Kita sudah bertahun-tahun jadi pengacara, jadi tidak ada persoalan, “tuturnya.
Ditambahkan Zaidan, bahwa sebagai pengacara warga Kenanga, dirinya tidak dibayar dan kita geratiskan. Seperti untuk mendaftar di PN, dirinya yang membayar. Sebenarnya jika para penegak hukum bagus dan tegas, tidak akan terjadi persoalan seperti ini,
 “Seperti lokasi keberadaan pabrik PT. BAA itu bukan tempat industri. Saya yakin akan menang membela warga Kenanga di Pengadilan, “tandas Zaidan. (heru sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.