Home » Lokal » Heboh bayi baru lahir bisa bicara, warga disuruh makan telur

Heboh bayi baru lahir bisa bicara, warga disuruh makan telur

Forumkeadilanbabel.com, Parit Tiga — Warga Kecamatan Parit Tiga, khususnya etnis Tionghoa, rabu malam, (25/03/2020) dihebohkan sebuah berita yang mengatakan, bahwa ada seorang bayi yang baru lahir, namun sudah bisa berbicara.

Menurut kabar, sesaat setelah dilahirkan ibunya, seorang bayi di Kecamatan Belinyu, Bangka Induk, d langsung bisa berbicara. Dalam ucapannya, bayi tersebut mengatakan bahwa untuk menangkal virus corona, warga harus merebus telur sesuai jumlah keluarga dan memakan telur tersebut sebelum jam 12 malam.

Akibat berita tersebut, warga pun berbondong-bondong untuk membeli telur diwarung. Bahkan Harli, seorang pemilik warung di Desa Air Gantang menuturkan, dalam 1 jam, 5 rak telur di warungnya ludes seketika.

Untuk memastikan berita ini, beberapa warga pun menghubungi awak FKB untuk menanyakan kebeneran cerita ini.

Setelah menghubungi beberapa rekan serta melakukan penelusuran di dunia maya, jawaban pun ditemukan. Ternyata kabar tersebut adalah HOAX.

Adalah akun FB Rudy Santoso Liu yang menyebarkan berita ini. Dalam akunnya, Rudy menulis bahwa ada demi keselamatan, tiap orang harus memakan 2 butir telur rebus, selain itu dalam postingan Rudy mengatakan, bahwa ini merupakan pesan dari seorang bayi yang baru lahir, namun sudah bisa berbicara. Namun sayangnya bayi tersebut meninggal dunia setelah dipotong tali pusarnya.

Ternyata, kabar Hoax ini bukan hanya beredar di Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, namun juga dibeberapa Propinsi lain di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran,kabar hoax di beberapa kota di Indonesia, seperti di Kota Palembang, Maluku, Ambon, Buton, Terutama Kalimantan sebagai tempat awal beredarnya berita ini.

Salah seorang tokoh masyarakat Parit Tiga, Rusdy Saputra ketika dihubungi menyayangkan info Hoax tersebut.

“Terkait berita telur dan bayi itu, yang ternyata adalah HOAX, saya menghimbau hendaknya masyarakat jangan cepat percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Tetap mengikuti anjuran Pemerintah utk berada dirumah, jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing agar kita terlepas dari musibah ini,” ujar Rusdy. (Np/rom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *