Kepala KPHP Rambat-Menduyung Pimpin Rakor Persiapan Penanaman Mangrove dan Jambu Mete oleh Gubernur

Lokal
Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Penanaman Mangrove dan Jambu Mete dipimpin oleh Kepala KPHP Rambat-Menduyung, Tanaim, SH.

Forumkeadilanbabel.com, MUNTOK, — Kepala UPTD KPHP Model Rambat Menduyung (Unit-l), Tanaim SH mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Marwan S.Ag, Kamis, (5/3/2020) bertempat di ruang kerjanya memimpin Rapat Persiapan Penanaman Mangrove dan Jambu Mete dalam rangka memperingati Hari Mangrove se- Dunia tahun ini.

Kegiatan Penanaman Mangrove dan Jambu Mete di Bangka Barat rencana pencanangannya langsung oleh Gubernur Bangka Belitung, H Erzaldi Roesman Djohan didampingi Forkominda memilih tempat di Pesisir Pantai Ranggam Lestari Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok yang dijadwalkan tanggal 20 Maret, besok.

Hadir dalam rapat persiapan tadi pagi, perwakilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kapolsek Muntok, Kades Belo Laut serta perwakilan Kelompok Tani Hutan (Masar Bahari Lestari) yang merupakan salah satu KTH binaan KPHP Rambat-Menduyung.

BACA JUGA :  Hasanudin Harap Dengan Dicabutnya Izin PT Pulomas, Pendangkalan Muara Air Kantung Segera Teratasi

Kepala KPHP Rambat-Menduyung, Tanaim, SH saat membuka rapat mengatakan, rencana kegiatan Launching Penanaman Mangrove dan Jambu Mete di Desa Belo Laut 20 Maret nanti menindaklanjuti kegiatan yang sama di Kawasan Pantai Tanjung Rusa, Membalong Kabupaten Belitung baru-baru kemarin yang berlangsung sukses.

“Kita berharap adanya sinergitas dalam acara tersebut nantinya,” ujar Tanaim kepada peserta rapat seraya menyebut ketua pelaksana kegiatan adalah Ketua KTH Masar Bahari Lestari.

Disebutkan, selain rombongan gubernur dan muspida yang akan hadir total keseluruhan tamu dan peserta yang diundang diperkirakan sekitar 500 orang.

Kegiatan selain penanaman mangrove acara juga akan diisi dengan penandatangani prasasti sekaligus menetapkan pantai Ranggam Lestari yang berada di dalam hutan kawasan sebagai pusat wisata spot selfie. Usai kegiatan pencanangan, gubernur dan rombongan juga dijadwalkan meninjau rencana lokasi budidaya kepiting bakau (mangrove) yang dikelola oleh KTH sebagai sentra ekonomi masyarakat, sekaligus akan dikembangkan sebagai kawasan silvofishery serta wisata mangrove dengan hak wilayah pengelolaan seluas 227 hektare. (Rudy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.