Miris, Meski Tak ada Zona Pertambangan, Aset-aset Pemkot Pangkalpinang Luluh Lantak dihajar Penambang

Lokal

Pangkalpinang, Forumkeadilanbabel.com, — Aktivitas tambang timah ilegal dikota Pangkalpinang semakin merajalela, tidak tanggung tanggung aset pemerintah kota Pangkalpinang pun habis dihajar oleh penambang, santer terdengar nama Hen dan Kefin berperan besar dalam aktivitas tambang timah ilegal di lokasi Air Mawar Kecamatan Bukit intan.

Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan media ini, ada keterlibatan oknum aparat keamanan sebagai koordinasi dan juga ada dugaan timah hasil tambang ilegal tersebut dijual ke salah satu oknum yang mendiami perumahan inpres balai benih keluarga Air Mawar Kecamatan Bukit Intan kota Pangkalpinang.

Saat dikonfirmasi salah satu mantan penambang di lokasi tersebut kepada awak media menyebutkan bahwa saat ini lokasi tersebut sudah tidak lagi memiliki izin seperti sebelumnya.

BACA JUGA :  Stasiun Balapan Bangka Juarai Bola Voli Putra Babel Sport Games 2021

“Setahu saya, lokasi yang ditambang saat ini tidak memiliki izin seperti sebelumnya,” sebut Totok. Selasa,(3/3)

Ia juga menjelaskan secara rinci seperti apa permainan para pelaku koordinator tambang ilegal di Air Mawar tersebut. Dia mengatakan siapa saja yang mau masuk menambang dilokasi tersebut harus membayar untuk masuk.

“Setiap pagi jika ingin berkerja maka harus menyetor uang sebesar Rp. 100 ribu rupiah kepada koordinator di lokasi tersebut,” tandasnya.

Totok juga menyebutkan bahwa hasil timah yang didapat dari lahan milik pemerintah kota Pangkalpinang tersebut dibeli dengan harga Rp 65 ribu perkilo.

“Hasil timah dilokasi tersebut dijual kepada Hen dengan harga Rp 65 ribu rupiah. Hen adalah warga yang berdomisili di rumah inpres bantu pemerintah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pertama Kalinya, Semua Pemerintah di Bangka Belitung Sukses Meraih Predikat WTP LKPD 2020

Tidak hanya itu saja, dikatakan Totok, ada keterlibatan oknum aparat keamanan yang juga menjadi koordinator dan juga membekingi aktivitas tambang timah ilegal di lokasi tersebut.

“Selama berkerja di lokasi tersebut yang kami tahu untuk koordinator ke Kefin dari aparat keamanan dan hasil timah kami jual ke Hen,” sebutnya.

Dari pantauan awak media, Selasa (03/3) tampak belasan TI rajuk yang beraktivitas melakukan tambang timah ilegal dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah kota Pangkalpinang, walaupun dikota Pangkalpinang tidak ada zona tambang namun mirisnya masih ada oknum  yang dengan sengaja memberikan izin kepada para penambang untuk meluluh lantahkan aset-aset Pemerintah Kota Pangkalpinang. (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.