Pol PP Kota Pangkalpinang Bersama Pihak Kecamatan, Kelurahan dan Organisasi Masyarakat Lakukan Penertiban Lapak yang Langgar Aturan

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Satuan Polisi Pamong Praja kota Pangkalpinang bersama pihak kecamatan Taman Sari, Kelurahan Rawa Bangun dan anggota Organisasi Masyarakat melakukan penertiban dan pembongkaran lapak lapak yang berdiri di sepanjang jalan dan di atas trotoar disepanjang jalan KH. Abdurrahman Sidiq atau jalan gedung nasional. Jumat,(21/2).

Penertiban lapak lapak ini tanpa ada perlawanan dari pemilik lapak karena sudah disosialisasikan terlebih dahulu, dan mereka menerima lapak lapak mereka dibongkar karena melanggar aturan dan berdiri diatas bandar dan trotoar.

Saat ditemui Lurah Rawa Bangun, Firdiannur. SH mengungkapkan jika sebelumnya pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pemilik lapak lapak yang berdiri di atas trotoar dan bandar agar membongkar sendiri lapak lapak mereka.

BACA JUGA :  Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Molen: Vaksin Terbukti Berhasil di Kota Pangkalpinang, Tingkat Penularan Covid-19 Kian Melandai

“Awalnya kami sudah melakukan sosialisasi kepada pemilik lapak yang berdiri di atas trotoar dan bandar tapi mereka terkesan acuh tak acuh dengan himbauan dari kami,” jelasnya.

Selanjutnya Lurah Rawa Bangun ini mengirimkan surat teguran beberapa kali tapi masih juga mereka tak merespon dan tetap membandel, hingga akhirnya beberapa hari yang lalu terpaksa turun bersama Satpol Pp kota Pangkalpinang guna meminta mereka membongkar sendiri tapi tidak dilakukan juga.

“Hari ini, kami bersama sama masyarakat, melakukan pembongkaran langsung karena sudah beberapa kali di sosialisasi dan ditegur mereka tak menghargai jadi terpaksa kami bongkar langsung,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Satuan polisi Pamong Praja kota Pangkalpinang memimpin langsung penertiban bangunan liar di atas trotoar dan bandar yang melanggar aturan berlaku.

BACA JUGA :  Hindari Diskualifikasi, Datang Jangan Terlambat dan Siapkan Perangkat Kerja

“Kami diminta oleh pihak kelurahan Rawa Bangun dan pihak Kecamatan Taman Sari untuk menertibkan lapak-lapak yang berdiri diatas bandar dan trotoar di wilayah mereka,”sebut Susanto.

Susanto juga berharap kedepan masyarakat tidak lagi membangun bangunan diatas trotoar dan bandar karena bisa menyebabkan bandar tersumbat sehingga aliran air tidak bisa berjalan dan menyebabkan air tergenang hingga terjadilah banjir di kelurahan Rawa Bangun ini.

“Kami sangat mengharapkan kesadaran masyarakat agar tidak memanfaatkan trotoar, bandar dan sepadan jalan sebagai tempat untuk membuka usaha,” pungkasnya. (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.