Audiensi Bupati Bangka dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI dalam Membangun Perikanan di Kabupaten Bangka

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Jakarta — Bupati Bangka Mulkan melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Gedung Mina Bahari IV Lantai 16 KKP-RI di Jakarta pada Hari Jumat tanggal 7 Februari 2020 dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Direktur Jenderal Peningkatan daya Saing Produk Perikanan, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, dan Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Bupati Bangka didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka dan Jajarannya serta Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka disambut dengan penuh keramahan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan beserta jajaran.
Dalam kata pengantar Bupati Bangka, disampaikan bahwa perkembangan sektor perikanan cukup menggembirakan, hal tersebut ditandai dengan antusiasme masyarakat untuk melakukan usaha perikanan budidaya sebagai usaha substitusi pasca timah.

Lebih lanjut Bupati Bangka menyampaikan beberapa persoalan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah pusat yaitu; Penyelesaian RZWP3K, pendangkalan alur muara di PPN Sungailiat, Abrasi di Pantai Pesaren Kecamatan Belinyu, pengadaan kapal penangkap ikan 3 GT beserta alat tangkap, pengadaan sarana produksi perikanan budidaya berupa pengadaan excavator, bioflock, calon induk serta benih dan lain lain .

BACA JUGA :  TNI AL Lanal Babel Kembali Laksanakan Serbuan Vaksinasi ke Mts Al Istiqomah

Bupati Bangka mengharapkan dukungan dana pembangunan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk penyelesaian persoalan tersebut di atas. selanjutnya Bapak Bupati mempersilahkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka untuk memaparkan Program Pembangunan Perikanan Kabupaten Bangka tahun 2020.

Kepala Bappeda, Pan Budi Marwoto menyatakan bahwa pembangunan kelautan dan perikanan menjadi prioritas dalam periode Bangka Setara. Oleh karenanya, berbagai upaya terus dilakukan secara massif untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. ditengah keterbatasan APBD, upaya menjaring APBN sudah menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Komunikasi dan sinkronisasi perencanaan dan anggaran diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Achmad Syafran menyatakan bahwa Produksi perikanan tangkap Kabupaten Bangka Tahun 2018 tercatat sebesar 26.017,09 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 794,93 milyar kemudian pada tahun 2019 tercatat sebesar 26.346,51 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 832,2 milyar.

BACA JUGA :  PDKP dan Saksi-saksi Ini Ungkap Fakta-fakta Pelanggaran Hukum PT Pulomas

Sedangkan Produksi perikanan budidaya Kabupaten Bangka Tahun 2018 tercatat sebanyak 1.170,60 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 79,43 milyar yang terdiri dari produksi perikanan budidaya air tawar sebanyak 197,70 ton dengan nilai sebesar Rp. 4,03 milyar dan produksi perikanan budidaya air payau (vanname) sebanyak 972,84 ton dengan nilai sebesar Rp.75,40 milyar. Pada tahun 2019 produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 2.123,49 ton dengan nilai produksi senilai Rp. 124,58 milyar. Dari total produksi perikanan budidaya tersebut, yang berasal dari budidaya udang vaname sebesar 1.923,21 ton dengan nilai Rp. 120,47 milyar, sedangkan produksi perikanan budidaya air tawar sebesar 200,28 ton dengan nilai Rp. 4,08 milyar.

Ditambahkan oleh kepala Dinas Perikanan, bahwa Kabupaten Bangka adalah penyumbang produksi udang vaname terbesar di provinsi Kepulauan Bangka Belitung di atas 60 %.
Pada kesempatan ini pula disampaikan usulan program pembangunan Perikanan Kabupaen Bangka yang meliputi; Pengadaan Kapal motor 3 GT beserta alat tangkap, mesin tempel, Gillnet ply millennium dan berbagai jenis alat tangkap lainnya. Sementara di bidang perikanan budidaya juga di usulkan pengadaan sarana produksi perikanan Budidaya berupa pengadaan excavator, bioflock, induk dan benih ikan air tawar serta restocking.

BACA JUGA :  Aturan Penerbangan dari dan ke Babel Diperlonggar, Ini Ketentuannya!

Dijelaskan juga bahwa kontribusi produksi perikanan Kabupaten Bangka terhadap PDRB tahun 2019 mencapai 6,7%.

Respon positif dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI dalam audiensi tersebut; beliau menyampaikan kepada Dirjen Perikanan Tangkap Bahwa masalah Pendangkalan Alur muara PPN agar diprioritaskan dalam penganggaran. Demikian juga terkait dengan RZWP3K pembahasannya di tingkat Kementerian sudah final.

Di akhir acara, Bapak Bupati Bangka menyerahkan proposal pembangunan perikanan tahun 2020 dan penyerahan plakat/cinderamata kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.(PB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.